Kasus Perceraian di Pengadilan Agama Bangil Kian Meningkat, Sehari Ada Puluhan Janda Baru

Reporter : Hari Sudarmoko

Editor : Amelia Putri

Pasuruan, Kabarpas.com – Selama pandemi COVID-19 jumlah perceraian pada tahun 2020 di Pengadilan Agama Kabupaten Pasuruan kian meningkat. Ekonomi menjadi salah satu pemicu utama. Dinamika pernikahan selalu memiliki fase krisis yang wajib diketahui semua pasangan.

Saat ditemui di kantornya, Humas Pengadilan Agama, Muhammad Sopalatu mengatakan secara garis besar pasangan yang telah menikah umumnya akan mengalami 7 tahapan pernikahan. Tahapan-tahapan tersebut terdiri atas passion atau gairah, realisasi, pemberontakan, kerja sama, reuni, ledakan, serta penyelesaian.

“Angka perceraian yang rentan kami tangani yakni antara umur 35 hingga umur 40 tahun semuanya dikarenakan faktor ekonomi. Dimana kepala keluarga yang saat itu mengalami penurunan pendapatan karena covid 19,” jelasnya.

Menurut Sopalatu pria berwajah manis asal ambon, bahwa selama tahun 2020 Pengadilan Negeri Kelas IB Bangil mencapai 2800 kasus perceraian dibanding pada tahun sebelumnya.

“Peningkatan sangat sekali hingga mencapai kurang lebih 2800 kasus perceraian, dan sehari ada 30 persidangan yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kelas I B Bangil,” pungkasnya. (Dar/Mel).