Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 1 Des 2018

Kampung Kopi Jatiarjo Menjadi Wujud Konservasi Pabrik AQUA Pandaan


Kampung Kopi Jatiarjo Menjadi Wujud Konservasi Pabrik AQUA Pandaan Perbesar

Reporter : Ajo

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com –  PT Tirta Investama Pabrik Pandaan (Pabrik AQUA Pandaan) telah mendorong terwujudnya Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan sebagai Kampung Kopi. Kampung Kopi Jatiarjo ini menyajikan kopi dari hasil panen ladang kopi di lereng Gunung Arjuno.

Aktifitas pengelolaannya dipusatkan di sebelah lapangan Desa Jatiarjo yang berada di rata-rata ketinggian 800 mdpl, sebagian lahannya merupakan hutan dan ditanami tanaman keras.

Mengikuti leluhurnya, selain bertani, sebagian besar penduduknya hidup dari merambah hutan. Tantangan yang dihadapi adalah gundulnya hutan secara perlahan dan penghasilan penduduk yang tidak menentu.

Pada tahun terbentuklah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngudi lestari yang kemudian secara gotong royong berupaya mengembalikan fungsi hutan dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Inisiatif tersebut didukung oleh program konservasi Pabrik AQUA Pandaan yang bekerja sama dengan Satu Daun untuk pendampingan di lapangan.

Kepala Desa Jatiarjo, Sareh Rudianto mengatakan bahwa merubah pola hidup yang awalnya perambah hutan menjadi petani dan peladang membutuhkan proses waktu yang lama.

“Kami dulu bersama Perhutani dan AQUA membagikan bibit secara gratis tapi ditolak oleh masyarakat, lambat laun setelah petani yang menanam merasakan manfaatnya, sekarang bibit tanaman malah harus membeli,” kata Sareh.

Dari 3 dusun di Jatiarjo yaitu Dusun Cowek, Dusun Tegalkidul, dan Dusun Tonggowa sebanyak 100 petani telah mengembangkan 30.000 tanaman kopi Robusta dan Arabica serta lainnya dengan total 100 ha luasan lahan tertanam.

Ladang kopi tersebut juga memenuhi fungsi konservasi untuk Lereng Arjuno, sebagai daerah resapan air bagi sebagian Kabupaten Pasuruan, khususnya Purwosari, Gempol dan Pandaan.

Sementara itu, External Relation Regional lll Danone-AQUA, Budi Hartono menegaskan bahwa inisiatif masyarakat Jatiarjo patut diapresiasi.

“Kemauan untuk berubah dari pemanfaat hutan menjadi peladang kopi membutuhkan dukungan dari banyak pihak, AQUA membantu mendorong sejak 2008 untuk bisa terwujud saat ini,” ujar Budi.

“Yang menjadi tantangan saat ini adalah hasil kopi yang langsung dijual kepada pembeli luar, padahal apabila dikelola dan di branding dengan merek Jatiarjo akan bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat Jatiarjo sendiri,” tambahnya.

Tahun 2018 ini ladang kopi di Jatiarjo mampu menghasilkan 150 ton kopi dan terus berkembang. Selain telah mendorong terbentuknya kelembagaan dalam 2 kelompok tani, penerima manfaat dari Program Konservasi Pabrik AQUA Pandaan di Jatiarjo ini telah menjangkau 300 jiwa, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. (ajo/tin).

Artikel ini telah dibaca 85 kali

Baca Lainnya

Diduga Jadi Tempat Maksiat, Puluhan Warung di Pasuruan Diobok-obok Satpol PP

16 Februari 2026 - 16:27

Bocah 7 Tahun di Pasuruan Tewas Tertabrak Mobil Saat Tunggu Ibu Belanja

15 Februari 2026 - 13:52

Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Mancing HUT ke-340 Kota Pasuruan

15 Februari 2026 - 13:22

Wali Kota Pasuruan Resmikan Kampung Koeno Bangilan, Angkat Wisata Heritage dan Kuliner Lokal

14 Februari 2026 - 12:40

Ibu-Ibu PKK Tampil Kreatif di Lomba Menghias Kue Tart Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340

13 Februari 2026 - 16:04

Sambut Tahun Kuda Api, Warga Tionghoa Pasuruan Gelar Ritual Cuci Patung dan Ayak Abu

13 Februari 2026 - 14:38

Trending di Berita Pasuruan