Kafe Bromo Rest, Kafe Instagramable dengan Sentuhan Indahnya Panorama Bromo dan Kopi Asli Probolinggo

Laporan : Moch Wildanov, Wartawan Kabarpas Biro Probolinggo

KABARPAS.COM – BAGI Anda pecinta kopi tidak ada salahnya mencoba menikmati hangatnya secangkir kopi di kafe Bromo Rest. Kafe berkonsep Out dor ini akan memanjakan Anda dengan pemandangan indah lereng Gunung Bromo sambil menikmati cita rasa kopi khas Probolinggo, bagaimana keseruanya ngopi di kafe Bromo Rest ?? berikut reportasenya .

Kafe Bromo Rest ini terletak di jalur menuju wisata Gunung Bromo , atau tepatnya di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kafe Bromo Rest sendiri berasal dari kata Bromo relax Station, sesuai dengan namanya , kafe ini sengaja dikonsep outdor, dengan pemandangan alam Gunung Bromo dan cocok untuk relaksasi menghilangkan kepenatan sambil menikmati hangatnya secangkir kopi. Anda yang bosan menikmati alam, di kafe ini juga ada fasilitas ngopi di dalam tenda Dom.

Menu di kafe ini menyuguhkan aneka rasa Kopi asli Probolinggo, dan snack asli khas tengger yaitu kentang goreng dengan harga antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu perporsinya.

Owner kafe Bromo Rest, Oka Hadi Siswanto menceritakan, kafe ini buka sekitar sebulan lalu. Sejak dibukanya kafe in mendapat respon positif dari konsumen. Meski ada konsumen yang usia dewasa (keluarga) namun rata-rata konsumen yang singgah dari kalangan remaja.

“Sebagian besar yang datang di kafe Bromo Rest ini mayoritas remaja,“ ujar Oka kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo. Senin (8/2/2021).

Selain menyajikan keindahan panorama lereng Gunung Bromo, di kafe ini lanjut Oka, juga menyajikan Kopi Khas Probolinggo, karena Kabupaten Probolinggo bagian selatan seperti Tiris, Krucil, dan Tengger , banyak tanaman dan petani Kopi.

“Kita Promosikan bahwa Kabupaten Probolinggo juga terdapat produksi Kopi yang tak kalah nikmat dengan kopi daerah lain. Banyak tawaran kopi dari daerah lain untuk disajikan di kafe ini, namun saya memutuskan untuk mempromosikan dan memilih Kopi asli Probolinggo,” tambahnya.

Oka menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 ini semua sektor mendapat imbasnya, untuk itu dirinya mencoba bersama-sama bangkit dari keterpurukan ekonomi. Termasuk semua karyawanya yang direkrut berasal dari desa setempat, baristanya juga merupakan barista salah satu hotel di Bali dan terkena PHK, dan juga petani kopi juga diajak bekerja sama.

“Kita ajak kerja sama bangkit dari keterpurukan eknomi di massa pendemi ini,” tegasnya.

Mengingat saat ini masih pandemi Covid-19, pengelola kafe menerapkan protokol kesehatan seperti mengatur jumlah pengunjung maksimal 25 dari kuota kafe, pengujung juga diimbau memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kafe. “Protokol kesehatan tetap kita kedepankan di kafe ini karena masih situasi pandemi covid-19,” lanjutnya.

Sementara itu, Apni (22) salah satu penggemar kopi asal Pasuruan menceritakan, ngopi di Kafe Bromo Rest ini ada sensasi tersendiri, selain kopinya enak suasananya yang membikin ketagihan dan cocok untuk selfi bersama teman-teman.

“Kopinya enak, terjangkau di kantong, dan suasananya yang membikin ketagihan, tak terasa sering pose selfi untuk update status di medsos saya,“ ujarnya.

Apni menambahkan, dirinya setiap ada waktu senggang dan suntuk, menyempatkan datang ke tampat ini bersama teman-temannya, untuk ngopi bersama sekaligus bercerita tukar pengalaman.

“Sudah ketiga kalinya datang ke sini, kopinya maknyuss , tempatnya ngangenin, dan harganya juga ramah di kantong ,“ tutupnya. (***/titin sukmawati).