Jember, Kabarpas.com – Raut wajah bahagia terlihat jelas dari puluhan anak yatim dan piatu asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo saat tiba di pusat perbelanjaan Roxy Square Jember. Sebanyak 129 anak mendapat kesempatan istimewa untuk memilih sendiri kebutuhan Lebaran mereka menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sidomulyo, Kamiludin. Sejak pagi, rombongan anak-anak diberangkatkan menggunakan tiga unit bus dari desa menuju pusat perbelanjaan dengan pengawalan kepolisian.
Sesampainya di lokasi, suasana berubah menjadi penuh keceriaan. Anak-anak yang sebagian besar jarang merasakan pengalaman berbelanja di pusat perbelanjaan besar terlihat antusias memilih baju, sandal, hingga perlengkapan Lebaran lainnya.
Di balik kegiatan tersebut, ada kisah pribadi yang menjadi alasan kuat bagi Kamiludin menjalankan program ini setiap tahun.
Mas Kades, sapaan akrabnya, mengaku dirinya juga pernah merasakan hidup sebagai anak yatim. Pengalaman itulah yang membuatnya ingin menghadirkan kebahagiaan serupa bagi anak-anak yang mengalami kondisi yang sama.
“Saya juga anak yatim. Apa yang dirasakan anak-anak ini pernah saya rasakan,” katanya di sela kegiatan, Kamis (12/3/2026).
Ia mengungkapkan, sejak mencalonkan diri sebagai kepala desa, salah satu cita-cita yang ingin ia wujudkan adalah membahagiakan anak-anak yatim di desanya.
“Saya nyalon kepala desa pun cita-citanya memang untuk membahagiakan anak yatim. Saya meyakini niat ini akan menjadi wasilah untuk kemajuan desa,” ujarnya.
Program belanja Lebaran ini telah berjalan selama lima tahun dan menjadi agenda rutin Desa Sidomulyo.
“Ini tahun kelima sejak 2022 kami membawa anak-anak yatim piatu Desa Sidomulyo berbelanja kebutuhan Lebaran. Tahun ini ada 129 anak yang kami ajak,” jelasnya.
Setiap anak mendapatkan bantuan senilai Rp500 ribu yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan Lebaran. Jumlah bantuan tersebut sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Program ini dibiayai dari hasil sewa tanah kas desa. Setiap tahun, Desa Sidomulyo memperoleh pendapatan sekitar Rp212.500.000 dari sewa lahan tersebut, yang sebagian besar dialokasikan khusus untuk program sosial bagi anak yatim.
Menurut Kamil, jumlah anak yang mengikuti program ini setiap tahun bisa berubah karena kondisi di lapangan.
“Jumlahnya memang tidak selalu sama. Kadang ada yang baru masuk karena orang tuanya meninggal, jadi otomatis masuk dalam kuota,” ujarnya.
Ia berharap ke depan nilai bantuan yang diberikan bisa meningkat sehingga anak-anak yatim di desanya bisa merasakan kebahagiaan yang lebih besar saat menyambut Lebaran.
“Mudah-mudahan tahun depan nominal belanjanya bisa lebih dari Rp500 ribu,” katanya.
Program tersebut juga mendapat respons positif dari warga desa.
Rosita, salah satu warga Desa Sidomulyo terlihat menemani adiknya berbelanja di pusat perbelanjaan. Ia mengaku bersyukur dengan adanya program tersebut.
Menurutnya, sang adik sudah tiga tahun berturut-turut mengikuti kegiatan belanja kebutuhan Lebaran yang difasilitasi pemerintah desa.
“Alhamdulillah ini sudah ketiga kalinya. Rezeki setiap tahun. Bisa buat belanja perlengkapan Lebaran seperti baju dan kebutuhan lainnya,” tutur Rosita.
Bagi Kamil, kebahagiaan anak-anak yatim di desanya menjadi harapan tersendiri bagi kemajuan desa.
Ia berharap doa-doa tulus dari anak-anak tersebut dapat membawa keberkahan bagi Desa Sidomulyo.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi wasilah doa anak-anak yatim agar Desa Sidomulyo semakin maju, masyarakatnya bahagia, sejahtera, dan makmur,” pungkasnya. (dan/ian).

















