Jumlah Paus yang Mati di Perairan Probolinggo Bertambah

Probolinggo (Kabarpas.com) – Jumlah paus yang mati pasca terdampar di pesisir Kabupaten Probolinggo bertambah. Dari sebelumnya hanya lima ekor, pada Kamis (16/06/2016) siang telah mencapai menjadi 10 ekor.

Salah satu penyebab kematian dari mamalia laut tersebut, diduga karena terlalu lama terdampar diperairan dangkal yang ada di wilayah setempat. Sehingga membuat mamalia yang dilindungi ini tidak dapat bertahan hidup lama.

“Dari hasil laporan yang kami terima sampai pukul 12.15 WIB. Sementara jumlah paus yang mati ada sebanyak 10 ekor,” kata Dedy Isfandi, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Probolinggo, kepada Kabarpas.com.

Dijelaskan, dari 10 ekor paus yang mati itu tersebar di beberapa titik di wilayah pesisir Kabupaten Probolinggo. Diantaranya yaitu di Klaseman, Dringu, dan Gending.

“Untuk di pesisir Gending jumlah paus yang mati ada 8 ekor, kemudian di Dringu satu ekor, dan di Klaseman juga satu ekor,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Sejauh ini petugas terus melakukan penyisiran, guna mengidentifikasi keberadaan paus lainnya. Sebab dugaan sementara masih banyak paus yang terjebak di dalam hutan bakau. Dan mereka tidak bisa kembali karena air laut sedang pasang.

“Sejak tadi malam kami bersama masyarakat dan sejumlah pihak terkait sudah melakukan evakuasi dengan menggunakan alat barat untuk membawa kawanan paus itu ke tengah laut. Namun, pada saat pagi tadi kami cek ternyata masih saja ada yang kembali lagi,” tandasnya kepada Kabarpas.com.

Seperti dikabarkan sebelumnya, diduga akibat terdampak cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir. Membuat puluhan ekor ikan paus terdampar di perairan Probolinggo, tepatnya di Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. (ajo/tin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *