Jembatan Gantung Ambruk di Probolinggo Diduga Karena Overload

Probolinggo, Kabarpas.com – Asisten 2 Pemerintah Kabupaten Probolinggo Hasyim Asyari meninjau langsung ke TKP ambruknya jembatan gantung di Probolinggo. Dan hasil dari pendalaman Dinas PUPR bahwa jembatan ambruk tersebut diduga overload, ditambah ada siswa yang menggoyang jembatan saat menyebrang.

“Hasil keterangan Dinas PUPR yang meninjau di lapangan jembatan tersebut melebihi kapasitas, serta tali penyangga jembatan terkikis arus sungai. Bahkan saat menyebrang mereka menggoyang-goyang jembatan gantung tersebut,” ujar Hasyim kepada Kabarpas.com.

Ia menyebut untuk biaya perawatan medis akan diusulkan gratis tanpa biaya dan secepatnya akan dilakukan revitalisasi jembatan, karena ini merupakan akses masyarakat 2 kecamatan.

“Karena ini musibah kita alokasikan dengan menggunakan Dana TT, dan biaya medis kita usulkan gratis,” tandasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, sekitar 14 siswa dan 2 guru pendamping SMPN I Pajarakan, Probolinggo terluka akibat jembatan gantung yang dilaluinya ambruk. Korban jatuh ke sungai karena jembatan gantung tersebut putus. (pj/gus).