Jember, Kabarpas.com – Balai Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, menjadi saksi kebersamaan penuh makna antara Bupati Jember, Muhammad Fawait, dengan para guru ngaji dalam rangkaian hari kedua Bunga Desaku. Pertemuan sederhana itu menghadirkan nuansa keakraban, sekaligus meneguhkan komitmen Pemkab Jember untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada santri dan pendidik agama.
Dalam sambutannya, Bupati Fawait menekankan bahwa sejarah bangsa ini tidak bisa dilepaskan dari peran para ulama, kiai, dan guru ngaji. Mereka telah berada di garda terdepan, bahkan jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, memberikan pendidikan agama secara cuma-cuma, sekaligus ikut serta memperjuangkan kemerdekaan.
“Wallahi, guru ngaji tidak pernah berharap bayaran. Mereka tidak butuh imbalan itu. Karena sejak sebelum Indonesia merdeka, para guru ngaji sudah berjuang, memberikan pendidikan gratis, bahkan ikut merebut kemerdekaan. Maka setelah Indonesia merdeka, setelah kita punya APBN, bahkan Jember punya APBD, sudah selayaknya kita memberikan apresiasi dengan layak,” tutur Bupati Fawait.
Bupati menyampaikan kabar gembira bahwa tahun ini Pemkab Jember menyalurkan insentif guru ngaji dengan jumlah penerima terbanyak dalam sejarah Kabupaten Jember, yakni sekitar 22 ribu guru ngaji. Setiap penerima akan memperoleh insentif sebesar kurang lebih Rp1,5 juta.
Namun lebih dari sekadar jumlah, Fawait menegaskan bahwa cara pemberian insentif harus dilakukan secara terhormat. Tidak boleh lagi ada antrian panjang berjam-jam sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Mulai tahun ini, penyaluran akan dilakukan langsung di balai desa, bahkan ke depan diupayakan bisa diantar ke rumah masing-masing guru ngaji.
Selain insentif, Pemkab Jember juga menyiapkan program beasiswa pendidikan untuk anak-anak Jember, termasuk putra-putri guru ngaji dan perangkat desa. Beasiswa ini berlaku untuk kuliah di berbagai perguruan tinggi, baik umum maupun agama, di seluruh Indonesia.
“Kalau kita ingin mengentaskan kemiskinan, maka tidak ada cara lain selain menjadikan anak cucu kita ahli ilmu. Karena itu, Pemkab Jember membiayai pendidikan mereka sampai lulus kuliah, bahkan dengan tunjangan bulanan khusus untuk santri tahfidz,” tegas Fawait.
Di akhir sambutannya, Bupati Fawait mengajak seluruh guru ngaji dan para kiai untuk terus mendoakan Kabupaten Jember agar semakin barokah, maju, dan sejahtera. Ia juga berharap Indonesia tetap aman dari Sabang sampai Merauke, sehingga program nasional maupun daerah dapat berjalan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah nyata ini, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya bahwa guru ngaji bukan hanya pejuang ilmu agama, tetapi juga bagian penting dari pembangunan bangsa. Dan bagi Jember, mereka adalah pilar yang akan menegakkan generasi berilmu, berakhlak, dan penuh berkah. (dan/ian).



















