Jamaah Haji Asal Probolinggo Yang Meninggal dalam Tragedi Mina Bertambah

Probolinggo (Kabarpas.com)  – Jumlah jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang meninggal dalam tragedi Mina bertambah. Jika sebelumnya Kemenag setempat merilis sebanyak 7 orang, dinyatakan meninggal dunia dalam tragedi tersebut. Kini bertambah satu yaitu atas nama Husein Ibrahim, (60), warga Dusun Krajan tengah RT 02 / RW O2, Desa Sokaan, Kecamatan Krejengan, kabupaten setempat.

“Betul, kami baru mendapat rilis dari Kemenag pusat, bahwa jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo, bertambah 1 orang lagi yang meninggal dunia dalam tragedi Mina,” kata Muchlason, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Probolinggo kepada Kabarpas.com. Kamis, (01/10/2015).

Muchlason mengatakan, korban merupakaan anggota dari biro perjalanan haji Safara, yang tergabung dalam kloter 48. “Info terakhir yang kami terima, total semuanya menjadi 8 orang jamaah haji yang menjadi korban Mina,” imbuhnya.

Data terakhir yang diperoleh Kabarpas.com dari Kemenag Kabupaten Probolinggo menyebutkan, di kloter 48 pada hari ini berjumlah 2 jamaah sudah kembali ke maktab, yakni Murti Ningsih, asal Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, dan Sapuna, asal Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

“Sedangkan yang masih hilang kontak sampai saat ini, adalah Maskur, asal Desa Alas Tengah, Kecamatan Besuk. Zainab, asal Desa Gunggungan lor, Kecamatan Pakuniran. Samsiya, asal Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar. Serta Zaini, asal Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Sementara itu, Shalehuddin, Kepala Desa Sokaan sekaligus masih keponakan korban mengaku, kalau pihak keluarganya baru mendapat kabar mengenai meninggalnya korban dari Kemenag setempat pada Kamis siang tadi.

“Sejak pemberangkatan paman ke tanah suci pada 9 September lalu, 2 hari setelahnya handphone yang dipegang paman Husein, sudah tidak bisa dihubungi lagi. Kami juga sudah menghubungi  lewat temannya paman. Akan tetapi, ternyata handphone yang dipegangnya lowbatt, sampai sekarang gak bisa dihubungi,” ujar Shalehuddin. (har/sym).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *