Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 28 Nov 2018

Inspiratif, Warga Binaan Rutan Bangil Olah Hasil Tanam Sistem Hidroponik Jadi Camilan


Inspiratif, Warga Binaan Rutan Bangil Olah Hasil Tanam Sistem Hidroponik Jadi Camilan Perbesar

Laporan : Rosy Adim, wartawan Kabarpas biro Pasuruan

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Guna memanfaatkan sebagian area lahan yang sempit di dalam rumah tahanan (Rutan) kelas II B Bangil, warga binaan di Lapas setempat melakukan olah hasil panen dari sistem tanam hidroponik menjadi camilan.

Wahyu Indarto yang menjabat sebagai Kepala Rutan kelas II B Bangil menerangkan bahwa adanya tanaman dengan sistem hidroponik sangat mudah dan tidak membutuhkan lahan yang sangat luas untuk pemanfaatannya.

Ide yang berawal dari salah seorang pegawainya setelah usai menjalani tugas di Bontang tersebut, hidroponik dibuat untuk memperoleh hasil serta kesibukan tersendiri bagi para warga binaannya.

Tak hanya membuat kesibukan untuk para warga binaan, bahkan adanya hasil dari tanaman hidroponik tersebut dapat diolah menjadi berbagai olahan yang jarang ditemui di rumah tahanan lainnya.

Tanaman yang diolah dari hasil cocok tanam hidroponik tersebut yakni bayam merah, sawi dan selada.
Hidroponik yang dibuat sejak 2 bulan tersebut dapat dikatakan berhasil, dikarenakan sudah dapat dipanen setiap minggu sekali oleh para warga binaan yang ada di dalam Rutan tersebut.

“Dari tanaman hidroponik tersebut dapat diolah menjadi keripik, serta hasil penjualan yang dihasilkan dapat sedikit meringankan beban para warga binaan yang jarang dikunjungi oleh keluarganya,” terang Wahyu Indarto, Kepala Rutan Kelas II B Bangil.

Selain itu, hasil yang diperoleh dalam bertanam dengan sistem hidroponik dapat dipanen dalam waktu 1 minggu sekali, dengan olahan keripik bayam mencapai 50 bungkus di setiap minggunya.

Namun, hasil dari olahan keripik yang dihasilkan masih belum dapat dipasarkan hingga ke toko atau pasar, sayangnya hanya dapat dikonsumsi dan diperjual belikan kepada pengunjung dan warga binaan di dalam Rutan Bangil saja.

Tak hanya olahan keripik bayam, sawi dan selada, bahkan Rutan yang dihuni sebanyak 554 orang warga binaan tersebut juga memproduksi tempe untuk dijual dan untuk bahan makanan setiap hari kepada seluruh warga binaan Rutan Bangil.

“Dari hasil per kwintal tempe, kita diberi uang Rp 100 ribu. Warga binaan memiliki kesibukan sehingga dapat melepas penat selama berada di dalam rumah tahanan,” terang Ato’illah, salah satu warga binaan.

Alhasil, makanan ringan yang diproduksi oleh warga binaan Rutan kelas II B Bangil tersebut sangat laris diserbu para pengunjung Rutan dalam setiap kunjungannya.

Adanya kegiatan yang positif tersebut juga diharapkan membuat seluruh warga binaan di Rutan Bangil dapat meneruskan keterampilan dan jiwa kewirausahaannya selama mereka berada di dalam rumah tahanan tersebut. (***/Titin Sukmawati).

Artikel ini telah dibaca 62 kali

Baca Lainnya

Diduga Jadi Tempat Maksiat, Puluhan Warung di Pasuruan Diobok-obok Satpol PP

16 Februari 2026 - 16:27

Bocah 7 Tahun di Pasuruan Tewas Tertabrak Mobil Saat Tunggu Ibu Belanja

15 Februari 2026 - 13:52

Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Mancing HUT ke-340 Kota Pasuruan

15 Februari 2026 - 13:22

Wali Kota Pasuruan Resmikan Kampung Koeno Bangilan, Angkat Wisata Heritage dan Kuliner Lokal

14 Februari 2026 - 12:40

Ibu-Ibu PKK Tampil Kreatif di Lomba Menghias Kue Tart Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340

13 Februari 2026 - 16:04

Sambut Tahun Kuda Api, Warga Tionghoa Pasuruan Gelar Ritual Cuci Patung dan Ayak Abu

13 Februari 2026 - 14:38

Trending di Berita Pasuruan