Innalillahi, Terpidana Korupsi TKD Bulusari Senilai Rp 3 M Meninggal, Bagaimana Nasib Kasusnya?

Pasuruan, Kabarpas.com – Setelah sebelumnya dinyatakan bersalah pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya dan telah melakukan upaya hukum banding hingga kasasi. Akhirnya Yudono mantan Kepala Desa Bulusari, Kecamatan Gempol bersama Bambang Nuryanto mantan Ketua BPD setempat, tetap dinyatakan bersalah dan divonis hakim Mahkamah Agung total 8,6 tahun penjara atas korupsi pemanfaatan Tanah Kas Desa Bulusari yang dijadikan tambang galian C dan merugikan negara sebesar Rp 3miliar.

Mendapati hasil ketetapan vonis dari Mahkamah Agung tersebut, tampaknya membuat Yudono menurun kondisi kesehatannya. Alhasil pihak eksekutor yakni Kejaksaan Negeri KabupatenPasuruan menunda jadwal eksekusi atas terpidana Yudono ke dalam sel tahanan hingga kesehatannya pulih kembali.

Namun akibat kesehatan Yudono semakin menurun pada beberapa hari belakangan, pihak keluarga merujuknya ke RSUD Sidoarjo pada Senin (22/2/2021) malam sekitar pukul 21:00 Wib. Sayangnya, Yudono menghembuskan nafas terakhir saat dalam perawatan tim medis di RSUD Sidoarjo.

”Innailahi Wa Innailaihi Rojiun, kami turut berduka cita, terlepas apapun status pada diri almarhum,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan Ramdhanu Dwiyantoro.

” Untuk kedepanya kami masih harus melaporkan kabar duka ini pada pimpinan ( Kejati Jatim dan Kejagung RI). Sementara ini kami sebagai insan manusia menghormati suasana duka terlebih dahulu atas keluarga almarhum. Tentunya gugur pula kewajiban hukum atas diri almarhum,” tambah Ramdhanu saat dihubungi melalui sambungan seluler. (Hen/Mel).