Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 29 Okt 2021

Inilah Lima Tantangan Utama Perekonomian Pasca Pandemi Covid-19


Inilah Lima Tantangan Utama Perekonomian Pasca Pandemi Covid-19 Perbesar



 
Jakarta, Kabarpas.com – Terdapat lima tantangan utama perekonomian Indonesia pasca pandemi Covid 19, yang perlu dicermati oleh pengurus dan anggota ISEI 2021, yaitu, pemulihan ekonomi global yang tidak merata, pememaran (scaring effect) terhadap stabilitas sistem keuangan, akselerasi ekonomi dan keuangan digital yang semakin cepat, kebutuhan inklusi ekonomi dan keuangan yang semakin nyata serta dorongan untuk implementasi ekonomi dan keuangan hijau. Demikian disampaikan Perry Warjiyo, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang juga menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada diskusi publik “Sinergi, Inovasi dan Inklusi Keuangan untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi“ yang dilaksanakan pada hari ini (29/10/2021) secara virtual.

Lebih lanjut, Perry Warjiyo meyampaikan bahwa untuk menjawab tantangan tersebut, terdapat enam respon kebijakan yang dilakukan yaitu, pertama sinergi bauran kebijakan nasional untuk pemulihan ekonomi antara Pemerintah, Bank Indonesia, OJK, LPS antara lain melalui sinergi pembukaan sektor ekonomi, pemulihan korporasi dan pembiayaan perbankan bagi dunia usaha.

“Untuk yang Kedua, seluruh instrument bauran kebijakan Bank Indonesia diarahkan untukk mendukung pemulihan ekonomi nasional, berkoordinasi erat dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan,” katanya.

Ketiga, digitalisasi sistem pembayaran untuk integrasi ekonomi dan keuangan digital untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi, antara lain implementasi QRIS, elektronifikasi, BI Fast, dan regulatory reform.

Keempat, implementasi reformasi structural sebagai strategi percepatan transisi menuju negara maju, baik dari sisi kualitas sumber daya manusia, produktivitas serta pembangunan infrastruktur. Kelima, mendorong inklusi ekonomi dan keuangan melalui pemberdayaan ekonomi dan UMKM, serta keenam, kebijakan keuangan hijau untuk sustainabilitas sebagai upaya untuk memitigasi risiko sistemik akibat perubahan iklim.

Pada kesempatan yang sama, Perry Warjiyo juga melantik pengurus pusat ISEI (PP ISEI) dan Persatuan Isteri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PI ISEI) untuk periode kepengurusan 2021-2024, yang terwakili dari akademsi, pelaku dunia usaha serta pemangku kebijakan.

Perry Warjiyo mengajak pengurus PP ISEI 2021 – 2024, untuk dapat menyampaikan pemikiran-pemikiran untuk mendukung dan berkontribusi bagi perekonomian nasional, akademik dan masyarakat. (***/ida).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Pemkab Jember dan Pertamina Operasikan Layanan Avtur di Bandara

15 Januari 2026 - 18:14

Realme C85 5G Resmi Open Sale, Tawarkan Ketangguhan Ekstrem dan Performa 5G untuk Produktivitas Anak Muda

15 Januari 2026 - 14:51

Penyegaran Rotasi Pejabat Strategis, Polres Jombang Gelar Sertijab

15 Januari 2026 - 12:19

Antisipasi Tantangan Ekonomi di Abad Kedua NU, PWNU Jatim Gagas “NUconomic” Pertemukan Pelaku UMKM-Pemodal

14 Januari 2026 - 20:46

Kapolres Mojokerto Kota Gelar Serah Terima Jabatan dan Pengukuhan Jabatan

14 Januari 2026 - 15:07

Rayakan Usia 48 Tahun, CEO Miskat Alam Grup Lauching Buku  “Bedjoisme dan Seni Menjemput Keberuntungan”

14 Januari 2026 - 13:01

Trending di KABAR NUSANTARA