Reporter : Moch Wildanov
Editor : Amelia Putri
Probolinggo, kabarpas.com – Kapal tenggelam yang terjadi di selatan perairan Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, diduga akibat kapal bocor saat menarik jaring ikan. Kapal nelayan jenis Porsein bernama KM Barokah ini memuat 18 Anak Buah Kapal (ABK) dan berhasil ditolong nelayan setempat hingga semuanya berhasil diselamatkan.
Informasi yang berhasil dihimpun Kabarpas.com di lapangan, kapal nelayan jenis Porsein itu milik warga Besuki. Namun ABK dan nahkoda kapal bernama Muksin (56), warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo hingga berita ini diterbitkan belum diketahui secara pasti siapa nama pemilik kapal tersebut.
“Sesuai dengan laporan perwira jaga, ada laporan kapal tenggelam di kedalaman 20 meter. Posisi kapal masih mengapung, setelah kami koordinasi dengan Kepala Desa Gili Ketapang, sampai sekarang belum diketahui siapa pemilik kapal itu,” ujar Kepala kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Probolinggo, Capt Subuh Takkurahman. Senin, (8/3/2021).
Subuh menambahkan bahwa untuk kapal nelayan seperti itu, bukan berada di bawah kewenangannya. Melainkan ada otoritas sendiri yang membawahinya.
“Agar kapal yang tenggelam itu tidak ditabrak oleh kapal nelayan lainya, untuk sementara kita beri tanda,“ tambahnya.
Ia menghimbau agar nelayan mematuhi aturan untuk keselamatan kapal. Di antaranya yaitu melakukan uji kelayakan kapal secara berkala dan melakukan DOk setiap tahun sekali. Agar kecelakaan laut semacam ini, tidak terjadi kembali.
“Diimbau agar nelayan secara rutin melakukan DOk kapal karena demi keselamatan nelayan dan meminimalisir kecelakaan,“ tutupnya.(Wil/Mel).

















