Laporan : Abdur Rozaq
Pasuruan, Kabarpas.com – Meski menjadi perdebatan, tradisi rebutan saat kenduri selamatan peringatan Maulid Nabi tetap lestari.
Perdebatan tersebut timbul karena tradisi rebutan dinilai kurang menghormati kehadiran Nabi saat pembacaan Maulid. Namun, ada pula yang berpendapat tradisi ini merupakan cara meluapkan kegembiraan atas lahirnya Nabi.
Di berbagai pelosok kampung, masyarakat antusias mempersiapkan tradisi ini.
Berbagai barang mulai dari peralatan rumah tangga, makanan kecil, pakaian, hingga balon digantung pada tali atau ancak (tatakan dari bambu.red).
Biasanya diletakkan di halaman rumah, surau atau di gang.
Masyarakat bergotong royong membiayai tradisi ini.
Berikut foto-foto yang menggambarkan bagaimana kemeriahan tradisi ini.
Dilaporkan oleh wartawan Kabarpas.com dari desa Manikrejo, Karangpandan dan Macan Putih di kabupaten Pasuruan.





















