Lekok (Kabarpas.com) – Ada pemandangan yang berbeda dengan lomba balap skilot yang digelar oleh Warga Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Kali ini, dalam lomba balap skilot yang digelar setiap momen lebaran ketupat itu, tidak hanya diikuti oleh para pria dan anak-anak saja. Melainkan ibu-ibu rumah tangga pun juga ikut dalam lomba yang merupakan tradisi tahunan warga setempat tersebut.
Pantauan Kabarpas.com di lokasi, tiga orang ibu-ibu rumah tangga tampak begitu semangat dalam mengikuti lomba balap skilot di atas lumpur, yang ada di salah satu tambak di desa setempat.
Rochmah (32), salah satu peserta balap skilot mengaku, sebelum mengikuti lomba dirinya sudah memiliki persiapan khusus, yakni dengan mencari ikan di pesisir pantai dengan menggunakan papan untuk menguatkan kakinya ketika akan mengikuti balap skilot.
“Biasanya saya berlatih dengan mencari kerang di pesisir pantai agar kaki bisa kuat saat mendorong papan skilot. Akan tetapi, pada balap skilot sekarang ini sangat susah, karena airnya terlalu banyak sehingga untuk mendorong papan pun membuat diri saya gampang lelah,” ucap perempuan berwajah hitam manis tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Tambak Lekok, Sudarto Tohir Akbar mengatakan, bahwa skilot ini merupakan tradisi turun temurun berselancar dan beradu kecepatan di atas lumpur dengan menggunakan sebilah papan kayu sepanjang 1 meter dengan lebar 25 centimeter.
“Pada lomba ski lot kali ini diikuti oleh sebanyak 50 peserta yang merupakan warga sini. Para peserta yang berhasil mencapai finish terlebih dulu. Maka dialah pemenangnya, dan untuk pemenang lomba ini akan kami berikan hadiah sebuah televisi berukuran 14 inchi,” pungkas pria berkacamata tersebut. (ajo/uje).



















