Kamis, 22 Mei 2025 – 07.12 | 1200 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait membawa kabar baik usai pulang dari perjalanan dinasnya ke Jakarta beberapa hari kemarin.
Dia menceritakan sedikit hasil lobi-lobinya ke pusat disela-sela kegiatan Pro Gus’e 100 yang digelar di kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Rabu (22/5/2025) malam.
Bupati Fawait mengatakan, Pemkab Jember membuat sejumlah komitmen dengan pemerintah pusat salah satunya adalah Kementerian Pekerjaan Umum.
Dengan Kemen PU, Bupati Fawait mencari solusi mengatasi kemacetan yang sudah bertahun-tahun sering terjadi di perempatan Mangli.
Sinergi antara pusat dan daerah itu pun akhirnya menyepakati akan membangun Underpass di simpang 4 Mangli tahun depan.
“Kita sudah peroleh komitmen. Terkait masalah kemacetan yang ada di perempatan Mangli, pemeritah pusat dalam hal ini Kementerian PU dan Pemkab Jember sudah sepakat akan membangun Underpass pada tahun 2026,” ungkap bupati.
Perlu diketahui, Underpass merupakan jalan yang sering kali ditemukan di lokasi dengan volume lalu lintas yang tinggi atau daerah yang banyak persimpangan.
Pembangunan Underpass bertujuan untuk mengurangi kemacetan di persimpangan jalan dan mempermudah mobilitas baik bagi kendaraan mau pun pejalan kaki.
Selain mengunjungi Kemen PU, Bupati Fawait juga menuju Kementerian Pertanian di Jakarta. Ia mengaku bertemu dengan Wakil Menteri Sudariyanto untuk membicarakan optimalisasi lahan pertanian.
Mereka sepakat berkomitmen, akan melaksanakan optimalisasi lahan seluas kurang lebih 6000 hektar di Kabupaten Jember.
“Pada tahun 2025 dan 2026 kita akan melaksanakan optimalisasi 5000 sampai 6000 hektar, sehingga nanti infrastruktur di sektor pertanian yang kurang bagus akan kita bangun,” kata bupati.
Optimalisasi lahan pertanian menurut bupati, perlu dilakukan oleh pemerintah daerah. Apalagi demi mendukung program ketahanan pangan nasional yang membutuhkan produksi pertanian dengan kuantitas dan kualitas terbaik.
“Kami merasa optimis bahwa produksi pangan dalam hal ini padi, bisa terjadi peningkatan yang signifikan di akhir tahun 2026,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut bupati, pasar tradisional terbesar di Jember yakni Pasar Tanjung juga akan dibangun di tahun 2026. Tentu saja, pembangunan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkab Jember dengan pemerintah pusat.
“Kemarin banyak hal positif dari kunjungan kami selama di Jakarta, dan di sektor pertanian bahkan Wamen akan segera berkunjung ke Jember, dan berkomitmen memberikan bantuan lebih banyak lagi bagi Jember baik itu bibit, irigasi, sampai alat mesin pertanian,” ucap bupati. (dan/ian).



















