Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Naiknya harga kebutuhan pokok di saat momen jelang pergantian tahun, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo langsung menggelar pertemuan dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yang diselenggarakan di Hotel Bromo View Kota Probolinggo.
Naiknya harga berbagai komoditi, seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan tarif angkutan darat dikarenakan banyaknya masyarakat yang bepergian saat liburan dan juga konsumen meningkat.
“Desember ini kemungkinan relatif tinggi, karena bertepatan dengan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), dan beberapa komoditi mengalami kenaikan harga,” ujar Kasi Distribusi Badan Pusat Statistik Kota Probolinggo, M. Machsus.
Sementara, staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkot Probolinggo, Agung mengatakan bahwa larangan pemotongan ayam sebelum 40 hari setelah pemberian obat, juga karena kenaikan harga pakan ayam daging. Sehingga berdampak pada naiknya harga ayam potong.
“Harga sudah naik mulai dari kandang, karena harga pakan naik, dan tentunya distributor juga menaikkan harga, karena ayam yang ada di Kota Probolinggo kebanyakan berasal dari Jember dan daerah-daerah sekitar,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan perlakuan ayam pedaging dan ayam petelur berbeda.
“Kalau ayam petelur pakannya masih bisa dicampur dengan jagung, tetapi ayam pedaging tidak bisa,” tambahnya.
Meski demikian ia mengatakan, semua masih relatif stabil, baik pasokan maupun harga. Pasalnya, harga daging ayam dibandrol sekitar Rp 46-48 ribu perkilogram.
Plt. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Malang, Jaka Setyawan mengatakan bahwa inflasi di Jawa Timur masih ada di bawah target inflasi nasional yang ditetapkan sebesar 3,5 persen dengan toleransi kurang lebih 1 persen.
“Ada empat fokus pengendalian inflasi daerah yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi yang efektif antar pihak terkait,” katanya.
Dari pemaparan tersebut disimpulkan bahwa naiknya kebutuhan pokok masih relatif stabil, dan ketersedian stok masih ada termasuk pendistribusianya.
Wali Kota Probolinggo Rukmini sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Probolinggo yang telah melaksanakan segala upaya serta berbagai kegiatan dalam rangka menstabilkan laju inflasi di kota ini.
“Program pengendalian inflasi ini merupakan upaya untuk menstabilkan harga barang maupun jasa di masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup di tengah kondisi perekonomian saat ini,” tutupnya. (wil/gus).



















