Hamka Haq Ajak Masyarakat Jaga Kekayaan Laut

Probolinggo (Kabarpas.com) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 PDI Perjuangan. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Probolinggo menggelar “Gerakan Makan Ikan Bersama Rakyat”.

Acara yang dilakukan secara bersama oleh kedua DPC PDI Perjuangan tersebut, berlangsung di jalan Ikan Paus, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (08/05/2016) malam.

“Malam ini kami membakar sebanyak dua ton ikan laut. Dan acara ini merupakan rangkaian perayaan HUT ke-43 PDI Perjuangan,”kata Didik Irfan, Panitia Pelaksana kepada Kabarpas.com.

Dijelaskan, dua ton ikan laut yang di bakar itu, melibatkan sekitar 100 warga Probolinggo yang mahir dalam membakar ikan setiap harinya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi menyebutkan, kalau Gerakan makan ikan bersama Rakyat ini, juga dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Gerakan makan ikan ini, sudah dimulai sejak pagi hingga siang tadi. Dan diikuti juga oleh 38 daerah di Jawa Timur,” kata Kusnadi di hadapan ribuan warga Kota dan Kabupaten Probolinggo, yang hadir dalam acara tersebut.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan, Prof Hamka Haq mengatakan, dengan mengonsumsi ikan diharapkan tercapai kecukupan gizi keluarga, tercipta budi daya ikan laut untuk berdikari di bidang pangan, serta mencerdaskan kehidupan bangsa dengan sumber makanan bergizi secara berdikari.

“Gerakan makan ikan ini juga ditujukan untuk membangun pemberdayaan ekonomi nelayan dan petani ikan,” tegas anggota Komisi VIII DPR RI itu.

Menurut Hamka Haq, safari bersama untuk menggerakan makan ikan bersama rakyat, merupakan gerakan untuk membiasakan rakyat untuk mendapatkan protein serta bertambahnya gizi. “Ikan sangat mudah terjangaku dan juga mudah diperoleh, “imbuhnya.

Selain itu, Hamka Haq juga menilai kalau aspirasi politik di Indonesia boleh berbeda. Namun, soal makan ikan tidak ada perbedaan. Bahkan, kekayaan ikan yang bada di laut harus benar-benar dijaga betul. Supaya tidak sering dicuri oleh sekelompok orang di negara lain.

“Ikan adalah kekayaan terbesar dan harus dijaga oleh bangsa Indonesia. Dan juga kekayaan alam di laut itu harus dijaga betul, supaya tidak dicuri oleh orang asing, “pungkasnya. (sam/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *