Bangil (Kabarpas.com) - Ratusan orang yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pasuruan. Rabu, (08/04/2015) siang tadi, mendatangi kantor DPRD setempat, yang berada di jalan raya Raci, Bangil. Kedatangan mereka ini ialah untuk mengadukan nasib mereka terkait tunjangan penghasilan aparatur pemerintah desa (TPAPD) yang kerap kali mengalami keterlambatan.
Pantauan Kabarpas.com, para pendemo ini datang dengan membawa ratusan motor dan satu truk. Dan saat tiba di gedung dewan, mereka kemudian membentangkan bendera dan spanduk yang berisikan sejumlah tuntutan mereka, diantaranya yaitu meminta pembayaran gaji tidak telat, gaji dinaikkan sesuai umk, serta jaminan kesehatan. Sementara sejumlah perwakilan dari pendemo ini langsung berorasi di atas truk.
“Kami mewakili seluruh perwakilan perangkat desa se-Kabupaten Pasuruan, meminta kepada pemerintah dan anggota dewan agar memperhatikan nasib kami terkait pembayaran gaji yang selalu telat,” kata Nur Hasan, Sekretaris PPDI Kabupaten Pasuruan saat berorasi.
Dalam orasinya Hasan juga mengatakan, bahwa selama ini dirinya beserta perangkat desa se-Kabupaten Pasuruan tersebut, hanya menerima gaji triwulan sekali, dimana per bulannya hanya mendapatkan gaji Rp 1.050.000.
“Kami meminta agar gaji kami disesuaikan dengan UMK Kabupaten Pasuruan, yakni Rp. 2.700.000. Karena dengan gaji Rp. 1.050.000, dapat apa di jaman sekarang ini,” teriaknya melalui penggeras suara.
Selain meminta gaji tidak telat dan dinaikkan sesuai dengan UMK Kabupaten Pasuruan. Para pendemo ini juga meminta jaminan kesehatan dengan dibantukan mendapat BPJS. “Kami sebagai pelayan masyarakat. Tapi kenapa selama ini kalau kami sakit masih saja harus bayar sendiri,” ucapnya.
Sempat terjadi ketegangan dalam demo ini, lantaran pada saat mereka berorasi tak satu pun anggota DPRD setempat yang mau keluar menemui mereka. Namun, ketegangan itu mencair ketika seorang anggota dewan dari komisi I bernama Ilyas menemui para pendemo ini.
“Kami akan membicarakan apa yang jadi tuntutan teman-teman. Karena kami akan terus mendukung hak-hak panjenengan ,” kata Ilyas dihadapan para pendemo tersebut.
Usai berorasi dan mendapat tanggapan dari salah satu anggota DPRD kabupaten setempat. Perwakilan dari pendemo ini kemudian masuk ke dalam gedung, untuk membicarakan apa yang menjadi tuntutan mereka tersebut. (ajo/uje).



















