Gagal Ketemu Bupati Irsyad, Para Buruh Ini Terpaksa Klesetan di Pendopo

Pasuruan (Kabarpas.com) – Para buruh pabrik PT Soedali Sejahtera terus berjuang untuk meminta bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, terkait nasib mereka yang saat ini tak jelas. Jika sebelumnya mereka melakukan aksi tidur di halaman Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). Kali ini mereka memilih mendatangi Pendopo Pasuruan untuk menemui Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf.

Pantauan Kabarpas.com di lokasi, para buruh yang mayoritas perempuan ini datang ke Pendopo Pasuruan, sejak Kamis (07/04/2016) pagi, yaitu sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, sayangnya niatan mereka untuk menemui orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan itu gagal. Lantaran Bupati Pasuruan sedang tidak ada di Pendopo tersebut.

Informasi yang diperoleh Kabarpas.com dari salah satu sumber terpercaya di Pendopo Pasuruan menyebutkan, kalau pada hari ini Bupati Pasuruan sedang ada urusan kedinasan di luar daerah yaitu di Jakarta.

Tak pelak, para buruh yang sejak pagi datang hanya untuk menemui Bupati Irsyad, akhirnya hanya bisa kelesetan di dalam serambi Pendopo Pasuruan tersebut. Sementara sebagian buruh lainnya memilih tidur-tiduran.

“Sudah dua kali ini kami ke sini, sebab katanya bupati mau bantu. Tapi, ternyata hari ini Pak Bupatinya tidak ada, ” kata Fatiha salah satu buruh asal Pandaan kepada Kabarpas.com saat ditemui di Pendopo.
Ibu tiga anak ini mengatakan, kalau tujuannya datang ke Pendopo tersebut, ialah untuk mengaduhkan nasib ke Bupati Irsyad. Pasalnya, ia dan puluhan buruh lainnya itu sudah di-PHK di perusahaan tempat mereka bekerja.

“Sejak 24 Desember 2015 lalu, kami di putus hubungan kerja (PHK) secara sepihak oleh pihak pabrik. Padahal kami sudah bekerja di pabrik selama puluhan tahun,” ucap wanita berjilbab tersebut.

Sementara itu, menurut pendamping buruh, Ayik Suhaya mengatakan bahwa kedatangan dirinya bersama puluhan buruh tersebut, ialah untuk menagih janji pemkab setempat yang akan mengeluarkan nota ke-2.

“Kami datang ke sini untuk wadul ke bapak Bupati, karena sudah dijanjinakn Dinsosnakertrans yang akan mengeluarkan nota ke-2. Tapi, nyatanya hingga sekarang belum juga diterbitkan,” kata Ayik kepada Kabarpas.com. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *