Probolinggo, kabarpas.com – Anak sapi hebohkan warga karena memiliki 2 kepala 4, mata dan bulu mirip onta, milik. Heri (59) warga Dusun Kanal, Desa Talkandang, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, bukan hal mistis atau kejadian aneh. Hebohnya anak sapi (pedhet) memiliki keanehan tersebut sebenarnya hal yang sudah pernah terjadi. Postingan di media sosial yang membuat anakan sapi ini heboh.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo Yahyadi, membenarkan bahwa memang terjadi fenomena anak sapi berumur kurang lebih 3 hari dengan kondisi tidak wajar yaitu memiliki 2 kepala dan 4 mata. Kasus serupa juga pernah terjadi di daerah Bantaran beberapa bulan lalu.
“Benar kami sudah monitor, berdasarkan hasil penelurusan petugas kami yang di lapangan bernama Firmansyah, anak sapi milik Pak Heri di Desa Talkandang saat ini kondisinya masih hidup dan terus dibantu untuk kecukupan kebutuhan nutrisi (susu dari induk sapi) dengan cara dibantu memakai sedotan atau dot seperti bayi,” ujar Yahyadi kepada Kabarpas.com. Senin, (8/3/2021).
Berdasarkan penelusuran petugas di lapangan dan dokter hewan, lanjut Yahyadi, kondisi tersebut dikarenakan anak sapi tersebut abnormal.
“Penyebab kondisi seperti itu ada tiga faktor, di antaranya adalah abnormal, inbreeding, dan yang terakhir adalah genetik. Pedhet atau anak sapi milik Heri tersebut kemungkinannya adalah abnormal, karena kalau dari genetik dan inbreeding tidak mungkin, sebab sapi tersebut perkawinanya memakai kawin suntik dengan anakan Limosin,“ lanjutnya.
Pemicu abnormal bisa saja terjadi karena pembuahan tidak sempurna , karena kondisi indukan kurang nutrisi saat hamil, indukan sapi stress atau kecapekan terlalu sering dipekerjakan untuk membantu manusia.
“Bisa saja indukan sapi capek, stress, kurang nutrisi saat indukan sapi hamil, idealnya sapi indukan habis dilakukan kawin suntik harus cukup nutrisi, tidak capek dan stress, sehingga lahir anakan sapi abnormal bisa dihindarkan, ” tambahnya.
Disarankan masyarakat atau peternak di Kabupaten Probolinggo hendaknya sering berkoodinasi dengan petugas penyuluh atau petugas peternakan yang di lapangan, agar perkembangan indukan sapi dilakukan kawin suntik bisa terkontrol dan diantisipasi bila ada hal-hal yang di luar dugaan, dan bila hal tersebut sudah dilakukan namun masih terjadi abnormal itu berarti sudah kehendak Tuhan.
“Selalu koordinasi petugas kami yang selalu siap melayani masyarakat di lapangan, terkait perkembangan sapi pasca dilakukan kawin suntik,“ imbaunya.
Yahyadi menambahkan, hal tersebut bukan hal mistis atau kejadian yang dikait-kaitkan dengan ghaib, lahirnya anak sapi tersebut karena abnormal.
“Anak sapi tersebut tidak ada kaitan dengan hal mistis atau ghaib. Sebab kejadian tersebut adalah lahir abnormal, meski lahir abnormal anak sapi tersebut diharapkan bisa terus hidup tagar bisa menjadi tontonan warga sekitar,“ tutupnya. (wil/gus).

















