Fenomema Hari Tanpa Bayangan, BPBD Probolinggo Imbau Masyarakat Hindari Terik Berlama-lama 

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Fenomena tahunan kulminasi utama atau Hari Tanpa Bayangan di wilayah Probolinggo, memaksa suhu di daerah ini meningkat.

Salah satu warga Probolinggo Anggra mengaku sejak 4 hari kemarin udara terasa lebih panas dari biasanya.

“Gerah beberapa hari ini , saya sering mandi karena gerah dan panas,” ujarnya kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo.

Perempuan berkacamata ini menambahkan, tidak biasanya terasa panas seperti ini dan juga tidak ada angin. “Jadi sering minum karena Haus,” imbuhnya.

Menyikapi fenomena tahunan ini, BPBD Kabupaten Probolinggo berharap masyarakat tetap tenang dan jangan dikait -kaitkan dengan firasat alam apapun.

Dijelaskan, fenomena ini terjadi 2 kali dalam setahun dan Jawa timur terjadi tanggal 11 hingga 14 Oktober 2020 nanti.

“Ini fenomena tahunan dimana Kulminasi sendiri artinya posisi matahari berada di tepat di atas kepala kita. Titik tertinggi di bumi kulminasi di suatu wilayah adalah hari tanpa bayangan kepada objek di bumi,” ujar Sugeng Suprisayoga, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo.

Sugeng menambahkan, dampak dari fenomena ini adalah bila kondisi cerah udara akan terasa lebih panas dari biasanya.

“Jangan berlama lama di terik matahari karena tidak baik dan lebih banyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi,” tutupnya. (wil/gus).