Dua Ponpes Terindikasi Ajarkan Radikalisme

Pasuruan (Kabarpas.com) – Dua pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Timur terindikasi mengajarkan faham radikalisme kepara para santrinya. Bahkan, kedua ponpes tersebut tidak mau mengurusi izin ponpesnya kepada pihak Kemenag.

”Berdasarkan hasil temuan tim yang terdiri dari pihak Kemenag, kepolisian, kodim, dan bakesbangpol. Ditemukan ada dua pondok pesantren yang mengajarkan faham radikalisme. Bahkan, di dua pondok pesantren tersebut tidak mau mengurus izin dan tidak mau ikuti ketentuan yang diterapkan Kemenag, ” kata Husnul Marom, Kabid PD Pontren Kemenag Jatim, saat ditemui Kabarpas.com di acara MoU Ponpes Al Ikhlas dengan Ponpes Tahfidz Sulaimaniyah Jatim, di Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jumat (05/02/2015).

Dijelaskan, kedua Ponpes yang ditengarai mengajarkan radikalisme itu berada di Kabupaten Lamongan dan Magetan. Ia mengatakan, ada beberapa hal yang mencolok dari kedua ponpes tersebut. Salah satunya yaitu ajarannya berbeda dengan Ponpes pada umumnya.

“Kedua pondok pesantren ini memiliki program sendiri, ustadznya sendiri. Bahkan, untuk kurikulum yang diajarkan, kalau pondok lainnya mengajarkan thaharah (suci.red). Namun, di kedua pondok ini malah mengajarkan jihad. Sehingga dengan temuan itu kami menyimpulkan adanya indikasi radikalisme yang diajarkan pada santrinya, ” bebernya.

Karena tak mau patuh terhadap ketentuan pemerintah, lanjut Husnul. Maka pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kedua Ponpes itu kepada pihak terkait, karena hal itu berkaitan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Untuk ponpes yang berizin, mereka mematuhi aturan yang ada. Bahkan mereka hormat pada bendera merah putih sesuai syarat dari Kemenag. Namun, untuk dua ponpes tersebut tidak memenuhi syarat tersebut, ” pungkasnya. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *