Pasuruan, kabarpas.com – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Mashuda Hidayatullah memberi tanggapan atas tudingan miring, dirinya telah menghentikan proyek pembangunan TPS3R di Kalirejo, Kecamatan Kraton. Ia menegaskan, jika dirinya tidak melakukan penghentian proyek tersebut.
Hal itu ditegaskannya dalam klarifikasi yang disampaikan kepada Kabarpas.com. Mas Huda-sapaannya menegaskan, ada miskomunikasi. Sehingga ia dituding menjadi orang yang menghentikan proyek tersebut.
Ia pun menceritakan, kalau persoalan tersebut bermula aduan pihak Kepala Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton kepadanya. Kalau proyek TPS3R di desa setempat, sudah mulai digarap.
“Tanpa ada pemberitahuan kepada kepala desa, pekerjaan tersebut digarap,” sampainya.
Pihak kepala desa setempat, meminta sarannya. Karena, pekerjaan pembangunan pagar di TPS3R setempat, telah dihentikannya. “Saya bilang, terserah jenengan Pak Inggi. Jenengan kan yang punya wilayah,” ujarnya.
Tak lama, pelaksana proyek, mendatanginya untuk meminta saran. Dari situ, ia kemudian menyarankan untuk berkoordinasi dengan DLH. Ternyata, dari situlah, akhirnya muncullah mis komunikasi.
Karena, dialah yang dituduh menjadi orang yang menghentikan proyek tersebut. Padahal tidak demikian. “Memang, usulan tersebut dari saya. Melalui musrenbang juga. Tapi, bukan saya yang menghentikan. Ini ada miskomunikasi,” tuturnya.
Ia berharap, persoalan ini tidak berlarut. Karena bagaimanapun, ia menginginkan TPS3R tersebut terbangun dengan baik.
Sekedar diketahui, proyek pagar TPS3R di Kalirejo, Kecamatan Kraton, sempat memunculkan masalah. Lantaran disebut-sebut ada penghentian. Pemborong tersebut mulai mengerjakan 5 November 2021. Namun, hanya sehari, kemudian tak bisa dilanjutkan karena diminta untuk dihentikan.
Dari situlah, muncul kalau Huda-panggilan Mashuda Hidayatullah menjadi orang yang menghentikan proyek tersebut. Tapi ia membantahnya. (rif/ida).