Diperlakukan Kasar, Pembantu Rumah Tangga Kabur dari Rumah Majikan

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Amelia Putri

Probolinggo, kabarpas.com – Pariyem, (44) dan anaknya Berinsial (P) (9) warga Gang Priksan, Kelurahan Borang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, akhirnya bernafas lega setelah berhasil kabur dari rumah majikanya berinisial HSM, warga jalan Cokro Aminoto, kota yang sama.

Sebelumnya, Pariyem merasa tersiksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah majikanya, karena merasa mendapat perlakuan kasar dan tidak mendapat honor selama 5 tahun bekerja. Dan karena tidak betah Pariyem memutuskan untuk kabur dari rumah majikanya pada Selasa (16/2/2021) dinihari.

“Tidak boleh keluar rumah, saya sudah lama bekerja, sekitar 5 tahun, tapi jarang dikasih makan, tidak digaji, hanya saat lebaran dikasih honor sebesar Rp 500 ribu,“ ujar Pariyem kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo. Selasa, (17/2/2021).

Pariyem mengaku, ia berhasil kabur turun dari lantai 2 dan kemudian keluar melalui pagar rumah hingga akhirnya ketemu warga. “Ada Pak RT dan Majikan, Pak Polisi kemudian saya diantar pulang,“ tambahnya.

Sementara PLt Kapolsek Mayangan, AKP Suharsono, menjelaskan tidak ada penyekapan dalam hal ini, berdasarkan keterangan saat di lapangan, Majikan tersebut menempati rumah milik temanya, dan saat itu PRT ini mengais makanan di jalan dan ditemukan warga karena mengaku lapar.

“Kami datang bersama 3 Pilar yaitu Polsek, Koramil, dan RW, tidak ada penyekapan dalam hal ini, dan apa yang menjadi hak PRT sudah terbayarkan,” tegasnya.

Terpisah, HSM saat dikonfirmasi menjelaskan permasalahan ini hanya karena kesalahpahaman semata. Pasalnya, selama bekerja di rumahnya, Pariyem bekerja sebagai mana mestinya seorang PRT.

“Saat saya dan keluarga Keluar Kota tersedia makanan di rumah, dan tetang Honor sudah selesai , karena melalui tabungan miliknya,“ pungkasnya. (Wil/Mel).