Pasuruan (Kabarpas.com) – Dinding penahan jembatan di ruas jalan tol Gempol-Pasuruan, tepatnya di Dusun Pajejeran, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan mendadak ambrol. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ambrolnya dinding penahan jembatan yang belum difungsikan setinggi 4-5 meter itu diduga tak kuat menahan beban.
“Sepertinya itu dikarenakan penahan tak kuat menahan beban. Karena batu kali terlihat hanya ditata saja, bukan di cor. Seharusnya dicor secara permanen,” ujar Suliyah, salah satu warga yang rumahnya disekitar penahan jembatan jalan tol yang ambrol tersebut, saat ditemui Kabarpas.com Rabu (25/05/2016).
Ia mengatakan, plengsengan penahan jembatan itu sudah sekitar sebulan lalu rampung dibangun. Sedangkan di samping jembatan yang ambrol merupakan sebuah jalan kecil yang biasanya dibuat aktifitas warga sehari-hari.
“Saya minta kepada pengelola tol ini, supaya secepatnya di bangun kembali, minimalnya dicor biar kuat. Sehingga saya bersama warga lainnya yang tinggal disekitar jembatan tidak was-was,” kata Rini, warga lainnya.
Sementara itu, ditemui di tempat terpisah, Humas PT Transmarga Jatim Pasuruan, Rudi Purwanto
mengatakan, persoalan itu murni tanggung jawab kontraktor. Yakni, PT Adi Karya. Karena, konstruksi jalan tol Gempol-Pasuruan seksi I dari Gempol ke Bangil itu, merupakan tanggung jawab PT Adi Karya.
“Itu adalah tanggung jawab kontraktor, karena masih dalam proses pengerjaan. Sebab selama masih belum dilakukan PHO atau serah terima. Sehingga untuk sementara, pembangunan tol tersebut masih merupakan tanggung jawab mereka,” pungkasnya. (ajo/gus).



















