Pasuruan, kabarpas.com – Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Kebudayaan 2023, yang digelar pada dua pekan lalu, di Jakarta, disambut gembira oleh Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DKKP).
Hasil Munas yang telah ditentukan beberapa hari kemarin, membuat Lukas Cahyabuana, selaku ketua DKKP, dapat bernafas lega. Pernyataan tersebut di utarakan saat menggelar sosialisasi di Rumah Budaya Saraswati, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, adanya rekomendasi pembentukan Kementerian Kebudayaan bisa berdampak signifikan terhadap kebudayaan di Kabupaten Pasuruan. Utamanya berkaitan dengan anggaran.
Dimana salah satu poinnya adalah mendesak Pemerintah agar meningkatkan alokasi anggaran yang lebih berpihak pada pemajuan kebudayaan. “Ini akan sangat bagus untuk pemajuan kebudayaan. Karena kita sudah lama melestarikan 10 OPK (Objek Pemajuan Kebudayaan),” ungkapnya.
Selama ini pelestarian 10 OPK minim dukungan anggaran dari Pemda setempat. Sebagian besar kegiatan kebudayaan adalah hasil swadaya. Bahkan, tak jarang dirinya juga harus merogoh kocek pribadi.
“Setiap gelar acara, sering kali saya dan teman-teman patungan. Sebetulnya gak ada masalah sih, yang terpenting OPK tetap jalan. Tapi kalau ada dukungan pemda, tentu akan sangat membantu, karena anggaran kita juga terbatas,” imbuhnya.
Selama ini kebudayaan seolah di anak tirikan. Digabung dengan Dinas Pariwisata maupun Pendidikan. “•aya bersyukur dengan terbentuk sendiri, maka regulasinya makin jelas. Pemajuan kebudayaan juga makin terkonsep,” tuturnya.
Sementara itu, penasihat DKKP, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, menambahkan bahwa hadirnya Dinas Kebudayaan yang berdiri tunggal bakal membawa angin segar bagi seniman-budayawan yang ada.
“Mari kita kawal hasil munas ini bersama-sama sambil terus berkarya. Karena bagaimanapun kondisinya, seorang seniman-budayawan wajib terus menghasilkan karya,” tutupnya. (rfz/gus).



















