Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 3 Apr 2026

Demplot Bawang Merah Tingkatkan Produktivitas Petani di Tengah Cuaca Ekstrem


Demplot Bawang Merah Tingkatkan Produktivitas Petani di Tengah Cuaca Ekstrem Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Upaya peningkatan produktivitas pertanian di tengah cuaca ekstrem terus dilakukan melalui demplot bawang merah di lahan Poktan Makmur III Desa Karangpranti Kecamatan Pajarakan. Program yang diprakarsai Pupuk Indonesia bersama Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen petani secara signifikan.

Demplot seluas 0,2 hektar tersebut menggunakan varietas bawang merah Biru Batu (Ronggojalu) dengan masa tanam selama 53 hari mulai Februari hingga April 2026. Hasilnya, produktivitas meningkat dari sebelumnya 1 ton menjadi 1,3 ton atau naik sekitar 30 persen.

Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan pemupukan berimbang serta pendampingan intensif kepada petani.

“Demplot ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi petani dalam menerapkan teknologi budidaya yang tepat, khususnya penggunaan pupuk berimbang. Hasilnya terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga 30 persen meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem,” katanya.

Menurut Faiq, pendekatan demplot tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga peningkatan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani secara berkelanjutan.

“Melalui demplot ini, petani tidak hanya bekerja di lahan, tetapi juga belajar dan memahami teknik budidaya yang benar. Ini penting agar ke depan mereka bisa mandiri dan tetap produktif dalam berbagai kondisi,” tambahnya.

Sementara Penelaah Teknis Kebijakan Diperta Kabupaten Probolinggo Dadik Eko S menegaskan program ini menjadi salah satu strategi adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim.

“Kami melihat demplot ini sebagai model adaptasi pertanian di tengah perubahan iklim. Dengan penggunaan varietas unggul dan pemupukan yang tepat, produktivitas tetap bisa ditingkatkan secara signifikan,” ungkapnya.

Dadik berharap keberhasilan demplot ini dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Probolinggo sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya.

“Harapan kami, model ini bisa dikembangkan di wilayah lain agar produktivitas petani meningkat dan kesejahteraan mereka juga ikut terdongkrak secara berkelanjutan,” pungkasnya. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 73 kali

Baca Lainnya

Bangun Kawasan Kuliner, Pemkab Jember Hentikan Proyek Saat Ibadah Berlangsung

11 April 2026 - 12:57

Jember Siapkan Street Food, PKL Dipusatkan di Jalan Kartini–Gatot Subroto

11 April 2026 - 12:15

Dari Bandara hingga PAD, Kinerja Ekonomi Jember Menguat dalam Setahun

11 April 2026 - 12:09

Transparansi Era Digital, Fawait Jawab Kritik Warga Secara Real-Time

11 April 2026 - 12:03

Daging Sapi di Kota Pasuruan Tembus Rp 140 Ribu per Kilogram

10 April 2026 - 20:46

MPM Honda Jatim Buka Peluang Karier Mekanik Lewat Program Bootcamp, Ajak Talenta Muda Bergabung

10 April 2026 - 16:08

Trending di Kabar Otomotif