Pasuruan, Kabarpas.com – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir Kota Pasuruan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir berdampak signifikan terhadap aktivitas para nelayan. Khususnya di wilayah Pantai Pelabuhan Kota Pasuruan, mayoritas nelayan memilih untuk tidak melaut demi menghindari risiko kecelakaan akibat angin kencang dan gelombang tinggi.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Mualif Arif, mengonfirmasi bahwa kondisi perairan saat ini sedang tidak bersahabat bagi aktivitas penangkapan ikan.
”Akhir-akhir ini cuaca memang tidak bersahabat. Kondisi angin kencang dan gelombang laut yang tinggi sangat membahayakan bagi para nelayan,” ujar Mualif saat ditemui pada Jumat (16/01/2026).
Mualif menekankan pentingnya mengedepankan aspek keselamatan jiwa. Pihaknya mengimbau agar para nelayan tidak memaksakan diri pergi ke tengah laut, terutama ke area Selat Madura yang biasanya menjadi lokasi utama tangkapan.
Terhentinya aktivitas melaut ini secara otomatis memukul produktivitas perikanan di wilayah tersebut. Penurunan jumlah tangkapan mulai dirasakan dampaknya hingga ke pasar-pasar tradisional.
”Produktivitas perikanan saat ini menurun disebabkan angin besar dan gelombang tinggi. Akibatnya, ketersediaan ikan di pasaran berkurang. Hal ini berpotensi memicu kenaikan harga karena permintaan tetap tinggi sementara stoknya terbatas,” terang Mualif kepada Kabarpas.com.
Kondisi ini diperkirakan akan terus dipantau oleh dinas terkait hingga cuaca kembali stabil dan aman bagi para nelayan untuk kembali melaut secara normal. (emn/ian).



















