Reporter : Moch Wildanov
Editor : Diaz Octa
Probolinggo, Kabarpas.com – Cuaca buruk yang terjadi beberapa pekan terakhir, membuat nelayan takut melaut. Ditambah lagi, dengan kejadian tsunami di Palu dan Donggala.
Sejumlah nelayan di Pelabuhan Ikan Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, terlihat melakukan aktifitas di pinggir pantai. Karena tidak melaut, mereka pun mengisi waktu dengan membersihkan perahu dan memperbaiki jaring.
Sudah 10 hari, para nelayan takut melaut karena cuaca buruk. Pasalnya, ketinggian ombak mencapai 2 hingga 3 meter. Khawatir menghantam perahu dan pecah. Selain itu, kondisi angin juga kencang, serta masih trauma dengan gempa yang terjadi di Palu dan Donggala.
“Ombak besar sudah 10 hari. Takut ombak, ditambah ada tsunami. Ada juga yang nekat mencari ikan,” ujar Ismail, salah satu nelayan setempat kepada Kabarpas.com biro Probolinggo.
Berkaitan dengan prakiraan cuaca, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Dedy Isfandi, menjelaskan melalui seluler bahwa perairan Jawa Timur pada 1 Oktober 2018, mulai pukul 07.00 WIB (24 jam), arah angin dominan dari arah timur – tenggara, dengan kecepatan angin maksimum sebesar 26 knots (48 km/jam).
“Sementara tinggi gelombang di laut Jawa bagian timur dan Samudera Hindia selatan Jatim antara 1,5 – 3,0 meter,” tutupnya. (wil/diz).



















