Cuaca Buruk, Harga Cabe Rawit Kian Melejit

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

Probolinggo, kabarpas.com – Harga cabe rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Probolinggo tembus seharga Rp 100 ribu hingga Rp 115 ribu perkilo gramnya. Seperti di pasar Wonoasih, Pasar Baru, dan Pasar Kronong, harga cabe bervariasi dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogramnya.

Salah satu pedagang cabe rawit di Pasar Baru, Geo menuturkan, sebelumnya harga cabe berkisar Rp 70 ribu, dan kini sudah mencapai R 110 ribu perkilogramnya.

“Naik Pak, sekarang harganya mencapai Rp 110 ribu perkilogramnya,” ujar Geo kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo. Kamis, (4/3/2021).

Naiknya harga cabe rawit ini, menurut Geo terjadi sejak musim hujan tiba dan juga akibat di beberapa daerah sering banjir. Banyak daerah banjir sehingga cabe langka sedangkan pembeli cabe tetap.

“Kira-kira sejak 6 harian harga cabe naik, karena cuaca buruk dan banjir di mana-mana, “ tambahnya.

Dampak naiknya harga cabe tambah Geo, berakibat pada omzet daganganya yang sebelumnya pembeli membutuhkan cabe 1 Kg kini hanya separuhnya saja. Hal yang sama juga diutarakan oleh Sumarti yang mengaku sejak harga cabe naik drastis, pembeli mengurangi jumlah pembelian cabe.

“Biasanya membeli 1 kilo kini separuhnya bahkan seperempat saja. Ini saya kulakan 20 kilo gram cabe, sampai siang ini masih sisa, sebelumnya saya kalau kulakan cabe 40 kilo gram selalu habis,“ terangnya.

Selain berdampak pada pedagang, naiknya harga cabe rawit ini juga dikeluhkan pembeli, naiknya cabe yang tak tekendali ini harus pintar-pintar mengeluarkan anggaran belanja untuk membeli cabe.

”Saya suka pedas, dan naiknya harga cabe ini berdampak bagi saya, apalagi kalau makan tanpa ada rasa pedes, kurang puas rasanya,“ ujar Mail salah satu pembeli cabe.

Mail menambahkan, setiap membeli cabe dirinya biasanya dengan harga Rp 20 ribu untuk keperluan masak di rumah, dengan harga segitu sudah cukup untuk memenuhi masakan di rumahnya, namun kini membeli cabe dengan harga yang sama kurang pedasnya, karena takaran cabenya sedikit.

“Sekarang kalau beli cabe Rp 20 ribu tiidak terasa dan kurang pedas, mungkin harga cabe lagi mahal. Sehingga takaranya berkurang jauh,” tutupnya. (wil/gus).