Covid, Bogorku Bersih dan Kesadaran Ekologis

Oleh: S Mahmudah Noorhayati
Dosen IAI Nasional Laa Roiba Bogor

 

 

KABARPAS.COM – ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa pandemi virus corona atau Covid-19 masih belum selesai di seluruh dunia. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, semua negara harus dapat mengatasi pandemi atau bahkan dapat menghadapi hal yang lebih buruk.

Sejak pandemi, WHO dan mitranya telah bekerja keras untuk mendukung semua negara dalam menghadapi pandemi. Ghebreyesus meminta setiap negara harus fokus untuk menyelamatkan kehidupan warganya yaitu dengan tetap menjaga jarak secara fisik, menjaga kebersihan tangan, memakai masker, mengurangi aktifitas publik dan hanya berbagi informasi dari sumber otoritatif.

Pemkot Bogor peduli lingkungan
Tujuh bulan pandemi telah membersamai, pemerintah di berbagai belahan dunia terus mengupayakan berbagai srategi untuk menghambat penyebaran, menyelamatkan nyawa warganya, mengantisipasi serta meminimalisir dampaknya terhadap berbagai sektor akibat dari virus covid-19 ini.

Di Indonesia, berbagai strategi pemerintah dalam menangani pandemic seperti tes warga secara masal baik melalui uji rapid tes maupun swab tes, menerapkan karantina wilayah, bahkan tercetus strategi herd imunity/kekebalan kelompok. Hingga saat ini pemerintah pusat maupun daerah menghimbau masyarakat untuk membatasi aktifitas di luar rumah. Tagar #dirumahaja digalakkan pemerintah lewat berbagai institusi, media televisi, hingga social media agar masyarakat mendapat pesan tersebut dan mematuhinya.

Pemerintah dan masyarakat bahu membahu berkomitmen untuk mengendalikan penyebarannya. Memandang diperlukannya langkah terpadu berbasis masyarakat untuk melakukan aksi bersama (interfaith action), maka Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat tetap mengadakan program “Bogorku Bersih”.

Program terdiri dari rangakaian perlombaan yang melibatkan masyarakat secara luas dari tingkat RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan sebagai salah satu upaya mewujudkan Bogor bebersih yang dicanangkan sejak tahun 2016. Lomba ini mejadi gerakan bersama medorong partisipasi seluruh pihak dalam pengolahan sampah dan kebersihan di Kota Bogor.

Program yang diinisiasi Wali Kota Bogor Bima Arya menggadeng Bogor Ciliwung Community, Bogor Sahabat, dan Tim Percepatan Prioritas Program Pembangunan (TP4) dan berkolaborasi antar SKPD apartur wilayah, LPM, RW, RT, PKK, menyadari pentingnya memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Tidak hanya itu, lomba juga ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan sampah, mengurangi sampah yang dibuang ke TPA dan meningkatkan keterlibatan warga dalam penanganan sampah.

Ada enam lomba yang digelar yakni lomba kebersihan tingkat RT, lomba mulung sampah Ciliwung antar kelurahan se-Kota Bogor, lomba kebersihan tingkat pelaku usaha, lomba TPS 3R yang sudah ada di Kota Bogor, lomba inisiator (individu) pengelolaan sampah dan lomba desain fasilitas pengelolaan sampah.

Meski jumlah kategori yang dilombakan berkurang dari tahun-tahun sebelumnya karena menyesuaikan kondisi Covid-19, maka proses penilaian dan indikator lomba ”Bogorku Bersih” 2020 juga dimodifikasi dengan kondisi pandemi. Setiap RT yang menjadi peserta akan dinilai program apa saja yang dilakukan untuk mencegah peredaran virus corona di wilayahnya.

Moment Membangun Kesadaran Ekologis
Alam dan lingkungan hidup berperan penting dalam keberlangsungan kehidupan manusia. Namun, manusia kurang bertanggung jawab merawatnya. Berbagai kerusakan yang terjadi di darat maupun di laut sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam (Q.S. Ar-Ruum: 41).

Tidakkah disadari dampak negatif dari kerusakan lingkungan, manusia-lah yang paling merasakan banyak kerugian. Sindhunata, menyebutkan bahwa alam sebenarnya tidak membutuhkan manusia. Manusialah yang membutuhkan alam. Karena manusia sekedar ciptaan yang lemah dan mudah pecah. Perilaku manusia terhadap lingkungan hidup mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan bagi dirinya sendiri serta makhluk hidup lainnya.

Sebagai khalifah fil ardl, selain bertanggung jawab pada dirinya sendiri dan hartanya, manusia juga harus memikul tanggung jawab terhadap sesama makhluk hidup lainnya dan seluruh kelestarian alam (ukhuwah makhluqiyyah). Manusia dilarang berbuat kerusakan sedikit pun di muka bumi setelah Allah memperbaikinya (Q.S. Al-A’raf: 56).

Terkait hal ini, manusia sebagai bagian dari makhluk semesta harus memiliki cara pandang baru untuk mengatasi kerusakan lingkungan hidup. Kesadaran cinta lingkungan yang lebih dikenal dengan melek ekologi (‘ilm al bi’ah). Lingkungan hidup yang lestari terwujud apabila manusia mampu membangun relasi yang harmonis dengan alam, tidak bersikap egois dan eksploitatif.

Program ciamik di tengah pandemic yang digagas pemkot Bogor ini memiliki andil besar dalam merubah mindset masyarakat yang sebelumnya (agak) apatis terhadap lingkungan. Pemerintah telah mempertimbangkan secara matang atas kebijakan yang bersentuhan dengan lingkungan hidup sebagai wujud tanggung jawab akan mandat seluruh rakyat.

Tanggung jawab itu diwujudkan dengan mengambil langkah kontestasi ini sebagai program rutin tahunan. Tidak sekadar pemikiran dan retorika saja, karena lingkungan adalah alam nyata, bukan alam kata-kata sehingga dibutuhkan implementasi agar terealisasi alam yang asri, sehat menyehatkan bagi semua makhluk hidup.

Seiring waktu, masyarakat menyadari bahwa wabah penyakit (termasuk virus Corona) memang berkelindan dengan krisis lingkungan hidup (sebut saja, banjir, longsor, pencemaran lingkungan, dsb). “Bogorku Bersih” memberikan kesadaran social yang dibangun untuk mendorong tindakan positif.

Ada proses penyadaran, refleksi sebagai upaya introspeksi dan belajar dari apa yang sudah dialami diharapkan mampu memunculkan tindakan nyata menuju kesadaran ekologis. Yaitu, lahirnya kesadaran baru bahwa lingkungan hidup penting untuk kehidupan manusia sampai pada adanya perubahan positif yang signifikan dalam memandang dan memperlakukan alam semesta.

Keterlibatan individu dan komunitas yang ditunjukkan dalam perlombaan “Bogorku Bersih” mengindikasikan terbangunnya komunikasi baru ramah lingkungan. Masyarakat menyadari akan keberadaan lingkungan sebagai bagian dari ekosistem yang harus diselamatkan.

Sesungguhnya, penyelamatan lingkungan seperti ini merupakan bagian dari kegiatan penghambaan diri (ibadah) dan pemenuhan tugas sebagai khalifah fil ardl. Bila manusia melestarikan alam secara alami maka secara alami pula alam terpelihara dan manusia dengan berbagai makhluk hidup lainnya bisa berdampingan. [***].