CEO Kabarpas Launching Buku Jurnalisme Santri

Pasuruan, Kabarpas.com – Direktur Utama Kabarpas.com, Shohibul Hujjah melaunching buku terbaru karyanya yang berjudul “Jurnalisme Santri”. Buku tersebut dilaunching bersamaan dengan momen rangkaian peringatan Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda yang digelar oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan.

Acara yang dimoderatori oleh mantan penyiar kondang radio di Kota Pasuruan, Iir Mukharoroh itu digelar via Zoom Meeting dan diikuti ratusan peserta, di antaranya santri, masyarakat umum, serta mahasiswa dari kampus ITSNU Pasuruan, Universitas Yudharta Pasuruan, dan Uniwara.

Dalam kesempatan itu, Gus Shohib sapaan akrab CEO Kabarpas menjelaskan tentang garis besar isi buku “Jurnalisme Santri” yang ditulisnya. Menurut Gus Shohib ada empat sifat dasar yang dimiliki oleh Jurnalistik Santri. Di antaranya yaitu Siddiq (benar), Amanah (bisa dipercaya), Tabligh (menyampaikan) dan Fathanah (cerdas).

“Sebagai santri yang terjun ke dunia jurnalistik, maka alangkah baiknya profesi kerja sebagai jurnalis diniati sebagai ibadah. Sebab, jurnalisme santri mengembangkan akhlakul karimah, meneladani akhlak dan perilaku mulia para nabi dan rasul dari semua agama. Serta menjadikan profesi jurnalis sebagai sarana dakwah untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, pria yang menjadi Ketua LTN PCNU Kota Pasuruan tersebut menambahkan, saat ini santri tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab sudah terbukti banyak santri yang kini sukses di berbagai bidang.

“Seorang santri bisa menjadi Presiden seperti K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bisa menjadi Wakil Presiden seperti K.H. Ma’ruf Amin, bisa menjadi Wali Kota seperti H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan bisa menjadi Bupati seperti H.M. Irsyad Yusuf (Gus Irsyad). Ini menunjukkan bahwa seorang santri juga bisa berkontribusi besar kepada negara,” tandasnya.

Sementara H. Yatimul Ainun, Pengurus AMSI Pusat/Pemred Timesindonesia yang juga hadir menjadi narasumber dalam acara ini menyampaikan tentang pentingnya digitalisasi di era modern ini khususnya bagi para santri.

“Walaupun seorang santri yang identik dengan kegiatan mengaji, namun tidak boleh kalah dengan siswa yang bukan santri terutama dalam hal digitalisasi, karena seiring perkembangan teknologi yang semakin maju dan semakin canggih,” pungkasnya. (mg/ida).