Jember, Kabarpas.com – Sinergi antara pemerintah dan mitra pelaksana program prioritas nasional kembali diperkuat melalui pertemuan antara Camat Sumbersari, Lurah Antirogo, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Antirogo. Pertemuan yang digelar di Kantor Kelurahan Antirogo pada Rabu (1/4/2026), itu bertujuan memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar dan sasaran.
Lurah Antirogo, Teguh Tri Laksono membuka pertemuan dengan menekankan pentingnya penyamaan persepsi antar pihak agar pelaksanaan program berjalan optimal dan sejalan dengan arahan Bupati Jember Muhammad Fawait.
“Kita harus satu persepsi, seperti keinginan bapak bupati bagaimana menyajikan menu yang terbaik untuk siswa di sekolah,” ujarnya.
Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah menyampaikan bahwa keberadaan SPPG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor ekonomi lokal. Di Kecamatan Sumbersari sendiri, saat ini telah beroperasi 11 SPPG dari target sekitar 20an unit.
Sebagai Ketua Satgas MBG tingkat kecamatan, Deni menegaskan pihaknya memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi kepada Satgas MBG Kabupaten apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“Camat bisa merekomendasikan kepada Satgas kabupaten. Banyak yang mau buka SPPG, tapi intinya bukan itu, melainkan bagaimana kita bisa menjaga bersama-sama program prioritas nasional ini,” tegasnya.
Untuk memperkuat koordinasi, Deni mengusulkan digelarnya rapat koordinasi tingkat kecamatan yang melibatkan kelurahan, pihak SPPG, serta puskesmas. Rapat tersebut diharapkan menjadi forum berbagi pengalaman dan penyamaan langkah agar pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif.
Sementara itu, Kepala SPPG Antirogo, Agung Novan menjelaskan bahwa pihaknya saat ini melayani 2.847 siswa dari 16 lembaga pendidikan di wilayah Antirogo. Ia memastikan seluruh proses pengolahan makanan dilakukan sesuai petunjuk teknis dan standar kebersihan yang ketat.
“Kami sangat selektif dalam memilih bahan. Saat bahan datang langsung kami sortir, bahan yang mutunya kurang baik langsung dibuang. Untuk sayuran, kami rendam dengan air hangat dan garam agar hama dan residu bisa hilang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, seluruh petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap selama proses pengolahan. Air yang digunakan telah melalui sistem filtrasi dan telah diuji kelayakannya, sementara perizinan administrasi hingga sistem pembuangan limbah juga disebut telah dipenuhi.
Novan menegaskan pihaknya terus berupaya menjalankan program sebaik mungkin sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait rencana rapat koordinasi tingkat kecamatan, Novan menyatakan pada prinsipnya mendukung usulan tersebut. Namun, pihaknya masih perlu berkoordinasi dengan koordinator kecamatan dan pihak terkait lainnya sebelum pelaksanaan rapat ditetapkan.
Camat Deni berharap pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Sumbersari berjalan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memenuhi standar kualitas, higienitas, dan akuntabilitas yang ditetapkan pemerintah. (dan/ian).



















