Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 8 Des 2018

Caleg DPR RI Djunaidi Blusukan ke Pasar Tradisional di Probolinggo


Caleg DPR RI Djunaidi Blusukan ke Pasar Tradisional di Probolinggo Perbesar

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Titin Sukmawati

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Calon legislatif (caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan, Achmad Djunaidi Purnama Jaya melakukan blusukan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Probolinggo. Blusukan ini dilakukan untuk memantau harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru.

Dari pantauan wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo, sejumlah pasar yang didatangi untuk blusukan tersebut antara lain yaitu; Pasar Pohsangit , Kecamatan Kanigaran, Pasar Wonoasih, Kecamatan Wonoasih, dan pasar Jrebeng Lor.

“Sesuai program Jokowi, Kami ingin memastikan bahwa Tidak ada kenaikan harga dan isu isu yang berkembang dimasyarakat tentang kenaikan harga sembako ini,” ujar Achmad Djunaidi Purnama Jaya.

Pria yang juga Tim Pemenangan Jokowi – Amin Ma’ruf itu menambahkan, dari hasil blusukannya tersebut diketahui bahwa harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru masih stabil. “Dan bila ada kenaikan harga itu masih batas kewajaran, karena terpaut Rp 100 hingga Rp 300 ribu saja,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa untuk harga cabe rawit memang ada kenaikan hingga Rp 5 ribu, dari semula seharga Rp 15 ribu, kini menjadi Rp 20 ribu, karena faktor alam dan saat ini musim hujan.

“Maraknya isu kenaikan harga di pasar ini memancing kepanikan pelaku pasar, dan ini tidak boleh dibiarkan karena bagaiamanapun, pasar merupakan perputaran perekonomian rakyat dan harus di perhatikan keberadaanya,” kata Caleg DPR RI dari partai PDIP No urut 5 Dapil 2 itu.

Untuk mengatasi hal tersebut, nantinya pihaknya akan bekerjasama dengan instansi terkait. “Kami akan menindak tegas para spekulan nakal yang sengaja mencari keuntunga semata,” tandasnya.

Sebab menurutnya, bagaimanapun juga pasar Tradisional merupakan perputaran perekonomian rakyat dan cermin perputaran perekonomian bangsa.

“Dan bila perekonomian masyarakat memalui Pasar Tradisional maju, maka memicu kemakmuran masyarakat Indonesia,” tutupnya. (wil/tin).

Artikel ini telah dibaca 94 kali

Baca Lainnya

Update Banjir Jember: 7.445 KK Terdampak, Pemkab Fokus Pemulihan dan Waspada Cuaca Ekstrem

16 Februari 2026 - 16:21

Luar Biasa! 36 Ribu Siswa Berebut Kursi Madrasah Unggulan, Kemenag: Bukan Lagi Sekolah Alternatif

16 Februari 2026 - 16:18

Tak Sekadar Belajar, Kemenag Perkuat Karakter Anak di RA Lewat Kurikulum Cinta

16 Februari 2026 - 06:45

Bupati Fawait Wadul Gubernur, Pemprov Langsung Turun Tangan: Infrastruktur Rusak Pascabanjir Jember Diprioritaskan 

15 Februari 2026 - 19:37

Fokus di Lapangan, Bupati Jember Tangani Banjir Tanpa Gimik

15 Februari 2026 - 09:25

Jember Tetapkan Status Tanggap Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem

15 Februari 2026 - 09:22

Trending di KABAR NUSANTARA