Bus Restu Tabrak Grand Max dan Pembatas Jembatan, Satu Tewas

Bugul Kidul (Kabarpas.com) – Diduga karena ugal-ugalan, bus Restu Agung bernopol N 7465 UG yang disopiri oleh Syamsul, warga Jember, menabrak sebuah mobil Grand Max dengan nopol L 1683 PN dan pembatas jembatan Sungai Blandongan. Akibat kejadian ini, satu orang penumpang mobil Grand Max tewas.

Kejadian nahas ini bermula saat bus Restu Agung yang melaju dari arah Surabaya menuju ke Probolinggo itu berjalan dengan kecepatan tinggi. Dan saat sampai di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di jalan raya Blandongan, Kota Pasuruan. Mobil tersebut  menyalip sebuah bus yang berada di depannya.

“Bus Restu Agung itu melaju kencang dan menyalip bus lain yang ada di depannya. Namun, apes ketika salip-salipan itu muncul di depannya sebuah mobil Grand Max yang melaju dari arah berlawanan (timur.red), yang kemudian ditabraknya,” kata Mamat, salah satu warga sekitar, saat ditemui Kabarpas.com di lokasi kejadian, Rabu, (18/03/2015) malam.

Akibat kecelakaan ini, satu orang penumpang mobil Grand Max yang diketahui bernama Siti Masruroh warga Gempol meninggal dunia. Sementara tiga penumpang lainnya yang merupakan karyawan pabrik Garmen di Apollo Pandaan tersebut, hanya mengalami luka-luka.

Ketiga korban yang mengalami luka-luka itu adalah Eko Pusdibyo (sopir Grandmax), warga Gempol, Nunik, warga Probolinggo, dan Hikmah, warga Pasuruan. Para korban ini langsung dievakuasi dan kemudian dibawa ke  RSUD dr.R.Soedarsono Kota Pasuruan.

Selain menyebabkan korban jiwa, kecelakaan ini juga membuat arus lalu-lintas di jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo tersebut mengalami macet total hingga satu jam lebih. Hal itu dikarenakan bodi belakang badan bus Resta Agung yang menabrak pembatas jembatan, berada di tengah jalan raya setempat.

Petugas kepolisian dari Satlantas Polresta Pasuruan sempat kewalahan melakukan evakuasi, untuk menarik bodi depan bus yang akan nyemplung ke sungai Blandongan di pinggir jalan raya tersebut. Bahkan, mobil derex milik polisi yang didatangkan ke lokasi pun juga tak mampu untuk menariknya.

Sehingga petugas terpaksa meminta bantuan seorang pengguna jalan yang sedang mengendarai dump truk berukuran besar untuk menarik bus tersebut. Alhasil, proses evakuasi pun berhasil dilakukan. Dan arus lalu-lintas yang sempat macet tersebut, akhirnya kembali berjalan normal. (ajo/uje).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *