Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 30 Agu 2025

Bupati Fawait Cek Fasilitas Puskesmas Arjasa dan Minta Nakes Turunkan AKI AKB Stunting


Bupati Fawait Cek Fasilitas Puskesmas Arjasa dan Minta Nakes Turunkan AKI AKB Stunting Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Bupati Muhammad Fawait bersama rombongan Kepala OPD Pemkab Jember berkunjung ke Puskesmas Arjasa di tengah rangkaian agenda Bunga Desaku edisi Kecamatan Arjasa, Jumat (29/8/2025).

Bupati mengecek secara langsung kelayakan fasilitas yang dimiliki oleh Puskesmas Arjasa. Mulai dari alur pelayanan rawat jalan dan rawat inap, tempat tidur pasien, sampai pendingin udara (AC).

Bupati Fawait menilai, sarana dan prasarana yang dimiliki faskes tingkat pertama sangat penting mengingat Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan.

“Kami pastikan Puskesmas harus bersih, dan fasilitasnya layak karena Puskesmas sebagai pelayanan dasar yang utama dan ujung tombak layanan kesehatan,” kata bupati.

Selain mengecek sejumlah fasilitas kesehatan, Bupati juga meminta kepada para nakes agar bekerja secara profesional terutama dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta stunting.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Jember itu mengingatkan bahwa hari ini warga sudah tercover oleh UHC prioritas sehingga tidak boleh lagi ada tarikan biaya.

“Saya ingin memastikan bahwa warga Jember yang datang ke Puskesmas harus tanpa biaya, tanpa bayar karena BPJS sudah ditanggung oleh pemerintah daerah melalui program UHC prioritas,” tegasnya.

Menurut bupati, semua pihak harus menggencarkan sosialisasi terkait program UHC. Sebab, tidak semua warga Jember mengetahui kalau hari ini mereka berobatnya sudah dibayar oleh Pemkab Jember. Untuk itu, pihaknya akan menggandeng tokoh masyarakat, ketua pengajian, sampai RT dan RW agar sosialisasi bisa merata.

“Yang lebih penting, adalah sosialisasi terkait soal ibu hamil kini bisa berobat gratis di faskes, dan ketika lahiran seandainya pun berisiko tinggi itu di rumah sakit juga ditanggung pemerintah,” urainya.

Lebih jauh bupati menyampaikan, dalam waktu dekat Pemkab Jember akan menjalankan program imunisasi Campak, sebagai bentuk antisipasi tas merebaknya kasus Campak di level nasional.

“Imunisasi Campak itu masuk program seribu nakes yang akan kami turunkan ke desa-desa dan kelurahan, untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan dasar di tengah masyarakat,” paparnya.

Perlu diketahui, turunnya seribu nakes ke desa dan kelurahan merupakan bagian dari program Bucin Kesianak (Bupati Cinta Kesehatan Ibu dan Anak). Program ini lahir dari keprihatinan atas tingginya angka kematian ibu, bayi, serta prevalensi stunting di Jember.

Melalui program ini, Pemkab Jember akan menerjunkan tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis kandungan. Mereka akan mendampingi bidan dan kader posyandu dalam mengawal kesehatan ibu hamil, memantau kehamilan berisiko tinggi, hingga memastikan pendampingan persalinan. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Internet Mati Padahal WiFi Nyambung? Ini Jawabannya!

30 Agustus 2025 - 12:17

Pemkab dan Bulog Jember Kolaborasi Buka Gerakan Pangan Murah di Seluruh Kecamatan

30 Agustus 2025 - 12:02

BRI Finance Raih Penghargaan Indonesia Best Multifinance Awards 2025

30 Agustus 2025 - 11:30

Wali Kota Pasuruan Apresiasi Festival Film Pendek Pelajar, Dorong Kreativitas dan Pendidikan Karakter

30 Agustus 2025 - 11:08

Kementerian PU Membangun Bendungan Bagong di Trenggalek untuk Ketahanan Pangan

30 Agustus 2025 - 10:52

Trial Game DIRT 2025, Tensi Tinggi Warnai Pertarungan Hari Pertama

30 Agustus 2025 - 07:02

Trending di Kabar Probolinggo