Bupati Cantik Ini Langsung Marah Melihat Anak Buahnya Lambat Tangani Bencana

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Titin Sukmawati

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari yang selama ini biasa murah senyum kalem, dan ramah seketika langsung berubah marah, ketika mengetahui anak buahnya lambat dalam mengatasi bencana banjir bandang dan tanah longsor, di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Sikap yang tidak biasanya ini muncul karena bupati yang memiliki paras cantik tersebut kecewa ketika  melakukan kunjungan di desa terdampak bencana, ternyata masih ada beberapa korban yang mengaku belum mendapat bantuan.

Seketika itu orang nomor 1 di Kabupaten Probolinggo itu menggelar rapat koordinasi di lokasi bencana atau di rumah bekas terdampak bencana di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru.

Meski begitu, Bupati cantik ini berharap korban banjir bandang dan tanah longsor benar-benar tertangani, baik dari segi kesehatan, kelangsungan hidupnya, dan juga tempat sementara.

Selain itu, ia juga meminta agar Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan BPBD stanby 24 jam untuk memantau korban terdampak bencana.

Ketika dikonfirmasi terkait sikapnya yang marah Bupati hanya menjawab bahwa itu merupakan bagian bentuk dari ketegasan dan komitmenya dalam mengatasi bencana.

“Yang terpenting kita semua fokus untuk menangani warga yang terdampak bencana,” tegasnya kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo.

Menurutnya, bila dalam kajian yang lebih detail tidak menutup kemungkinan untuk melakukan rekolasi, terutama warga yang rumahnya di sekitar aliran sungai agar kedepan hal ini tidak terjadi lagi, mengingat saat ini itensitas curah hujan di kawasan ini cukup tinggi.

“Untuk para korban terdampak bencana diharap bersabar, akses jalan yang tertutup longsor dan putus akibat banjir bandang harus secepatnya dipulihkan lagi,” katanya.

Bupati cantik yang akrab disapa Bunda Tantri ini menambahkan bahwa sejatinya Pemerintah Kabupaten Probolinggo selama ini sudah bekerja optimal dan maksimal.

“Kini 2 alat berat dari hari pertama sudah bekerja membersihkan material longsoran. Dan dalam waktu dekat bisa difungsikan kembali,” tutupnya. (wil/tin).