Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 21 Nov 2025

Bunga Desaku Edisi Ketujuh, Jadi Ruang Curhat Masyarakat kepada Pemerintah


Bunga Desaku Edisi Ketujuh, Jadi Ruang Curhat Masyarakat kepada Pemerintah Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten Jember kembali melanjutkan program Bunga Desaku edisi ketujuh di Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025). Setelah beberapa hari sebelumnya menghadirkan keramaian di pusat kota melalui Karnaval SCTV, Bupati Jember Gus Fawait kembali turun ke desa untuk menyapa langsung masyarakat di wilayah selatan dan barat Kabupaten Jember.

Pada rangkaian kegiatan tersebut, Bupati bertemu dengan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ketua pengajian, guru ngaji, kader posyandu, pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga para mlijo. Dialog interaktif menjadi fokus utama, memastikan tidak ada jarak antara pemerintah dan warga.

“Saya ingin Bunga Desaku tidak hanya mendengarkan Gus Fawait bicara, tapi juga interaksi langsung. Tidak ada jarak antara masyarakat dengan bupati,” tegasnya.

Selain berdialog, Bupati Fawait juga meninjau Puskesmas Kencong untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal. Rombongan kemudian bermalam menggunakan tenda di kawasan wisata Dira Kencong milik Haji Ponimin, sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan dan barat Jember.

“Ini kebanggaan, bisa menghidupkan daerah selatan dan barat,” ujar Bupati.

Salah satu topik yang paling banyak disampaikan warga dalam dialog adalah terkait insentif guru ngaji. Bupati menjelaskan bahwa jumlah penerima insentif pada tahun ini naik signifikan menjadi 22 ribu orang, jumlah terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember naik dari 17 ribu penerima tahun sebelumnya.

Namun, di tengah forum, muncul sejumlah aduan terkait guru ngaji yang telah mendaftar namun tidak lolos verifikasi desa atau tidak ditetapkan dalam musyawarah desa (musdes). Ada pula yang mengaku sudah terdata tetapi tidak mendapatkan insentif karena kuota penuh.

Bupati menanggapi hal itu secara terbuka. “Usulan dari desa harus diverifikasi dan dimusdeskan. Jika sudah lulus verifikasi tapi tidak mendapatkan kuota tahun ini, maka tahun depan harus dapat,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa insentif guru ngaji tidak hanya diberikan kepada tokoh pendidikan agama Islam, tetapi juga untuk semua agama sesuai fungsi pengajaran di masyarakat.

“Yang paling penting cara pemberiannya harus terhormat, karena guru-guru ini adalah pembimbing nilai dan moral bagi masyarakat,” kata Fawait.

Program Bunga Desaku kembali menunjukkan perannya sebagai ruang interaktif pemerintah dengan masyarakat. Masalah riil soal verifikasi guru ngaji, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pelaku UMKM langsung disampaikan warga dan direspons secara cepat oleh Bupati.

Bupati Fawait menegaskan bahwa pembangunan di Jember harus dirasakan secara nyata oleh warga, bukan sekadar seremonial. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Umat Hindu Jember Tunjukkan Kontribusi Harmoni dan Pembangunan Lewat Utsawa Dharma Gita

14 Desember 2025 - 14:32

Konfercab Ke IV PC GP Ansor Kraksaan Tuai Kritikan

14 Desember 2025 - 14:27

LPBINU Gelar Kelas Aksi Pengurangan Risiko Bencana Bersama Mahasiswa dan Pelajar di UNU Pasuruan

14 Desember 2025 - 10:53

Bunda Ani Ajak Remaja Putri Jaga Kesehatan Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045

14 Desember 2025 - 10:01

BRI Region 6/Jakarta 1 Buka Kantor Baru KCP Jakarta Garden City

14 Desember 2025 - 09:39

Pemprov Jatim Apresiasi Halaqah Santri Digital 2025 

13 Desember 2025 - 23:38

Trending di KABAR NUSANTARA