Reporter : Moch Wildanov
Editor : Titin Sukmawati
Probolinggo, kabarpas.com – Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, kembali erupsi mengeluarkan material abu vulkanik dengan ketingigian asap 50 hingga 600 meter dari puncak kawah. Senin, (11/03/2019)
Arah asap Gunung Bromo bercampur abu vulkanik ini, cenderung mengarah ke arah Barat – Barat Daya atau Kawasan Malang.
Kepada wartawan kabarpas.com, Kepala Bidang PVMBG Pusat, Hendra menjelaskan, itu karakteristik Gunung Bromo yang sesekali menghembuskan material Abu Vulkanik, dan beberapa lama kemudian akan berhenti sendirinya.
“Secara general itu bisa dikategorikan erupsi, namun pada umumnya erupsi itu diimbangi dengan kegempaan yang aktivitasnya meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Sedangkan di Gunung bromo, kegempaan tidak menunjukan aktivitas yang signifikan dan gempa tremor masih didominasi 1 milimeter. Sehingga itu hanya hembusan abu vulkanik.
Sehingga meski gunung bromo mengeluarkan abu Vulkanik, status gunung bromo tidak ada perubahan tetap di level II atau waspada.
Dihimbau kepada masyarakat dan wisatawan tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa, gunung bromo masih aman dan indah dikunjungi, asal tetap mentaati peraturan yaitu tidak masuk ke zona bahaya atau memasuki radius 1 Kilometer dari bibir kawah.
“Bromo bisa dinikmati dan tetap indah dari spot Puncak Seruni Poin, Bukit Mentigen, dan Penanjakan, bahkan kawasan Bukit Teletubis dan pasir berbisik juga masih aman untuk mengunjung, asal tidak masuk ke zona larangan,” imbaunya. (wil/tin).

















