Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Sosial & Budaya · 5 Jul 2015 19:16 WIB ·

Berkunjung ke Pesantren Bayt Al-Hikmah, HT Menepis Adanya Pembicaraan Politik


Berkunjung ke Pesantren Bayt Al-Hikmah, HT Menepis Adanya Pembicaraan Politik Perbesar

Bugul Kidul (Kabarpas.com) – Ketua Partai Perindo, Hary Tanoesoedibdjo (HT) melakukan safari ramadan ke Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah yang terletak di Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Minggu (05/07/2015) sore.

Untuk diketahui, Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, selama ini kerapkali dikunjungi tokoh-tokoh nasional, diantaranya yaitu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, dan sejumlah tokoh nasional lainnya.

Pantauan Kabarpas.com di lokasi, HT dan rombongan tiba di pesantren milik putra Alm. KH Abdul Hamid, yaitu KH. Idris Hamid sekitar pukul 15.00. Kedatangannya tersebut langsung disambut hangat oleh keluarga besar Ponpes Bayt Al-Hikmah.

Begitu tiba di lokasi, pengasuh ponpes, KH. Idris Hamid kemudian mengajak HT masuk ke dalam sebuah ruangan khusus, di mana setiap jurnalis maupun crew dari MNC grup dilarang masuk ke ruangan tersebut.

Namun, tak begitu lama mereka akhirnya keluar dari ruangan khusus tersebut. Selanjutnya, sang pengasuh yang kala itu menggunakan baju hem warna biru muda itu, mengajak HT berkeliling ke sejumlah gedung pesantren. HT juga sempat melihat maket pesantren Bayt Al-Hikmah.

Saat dikonfirmasi Kabarpas.com terkait kunjungannya itu, apakah ada pembicaraan politik, HT pun langsung menepisnya dengan ucapan santai. “Kunjungan saya ini hanya merupakan silaturahmi bersama tokoh. Tadi Kami hanya berbicara bagaimana mengembangkan pesantren ini,” ucap HT kepada Kabarpas.com seusai berkeliling ponpes.

Sementara itu, salah satu pengurus pesantren, Misbahul Munir mengatakan, kalau pihak ponpes selama ini terbuka dalam menerima kunjungan siapapun termasuk tokoh nasional untuk bersilaturahmi ke tempatnya.

“Dengan senang hati pesantren menerima siapaun yang hadir. Dan tadi kami hanya membicarakan pembangunan. Silahkan saja kalau beliau ingin membangun gedung kemudian diberi nama beliau di sini kan sah-sah saja toh,” pungkasnya pria yang aktif di PWNU Jatim tersebut. (ajo/uje).

Artikel ini telah dibaca 333 kali

Baca Lainnya

Resepsi HUT ke-41, FKPPI Probolinggo Bagikan Ratusan Sembako

12 September 2019 - 23:51 WIB

Opini : Impor Guru Sebagai Bentuk Penjajahan Baru?

15 Mei 2019 - 12:30 WIB

Empat SMP di Kabupaten Probolinggo Dinilai Tim Verifikasi Adiwiyata Jatim

27 April 2019 - 19:00 WIB

Pameran Expo Pembangunan Tampilkan Produk Unggulan UKM

27 April 2019 - 18:20 WIB

Ungkapan Rasa Syukur, Pemkab Probolinggo Tasyakuran dengan Potong Tumpeng

18 April 2019 - 17:22 WIB

Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Fasilitasi HKI

6 Maret 2019 - 08:56 WIB

Trending di KABAR NUSANTARA