Muncar (Kabarpas.com) – Ribuan nelayan tumpah ruah di pelabuhan Muncar, Banyuwangi, untuk melaksanakan ritual petik laut. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur nelayan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil laut yang diberikan. Ritual ini diselenggarakan setahun sekali, tepatnya di bulan Muharam.
Pantauan Kabarpas.com, sejak pagi para nelayan sudah berdatangan ke pelabuhan untuk ikut serta dalam rangakaian ritual tersebut. Setelah sesaji berbentuk perahu kecil berisikan hasil bumi, jajan tradisional, kepala kambing, dan berbagai persyaran sesaji lainnya di naikan ke salah satu kapal nelayan. Selanjutnya kapal pun beriring-iringan menuju tengah laut untuk melakukan larung sesaji tersebut.
“Ini memang sudah menjadi tradisi nelayan, dan jika ini tidak dilaksanakan, para nelayan di sini meyakini kalau hasil tangkapan ikannya akan turun,” ucap Harto salah satu nelayan Muncar kepada Kabarpas.com.
Selanjutnya, setelah sampai di tengah laut, sesaji dilarung oleh sesepuh adat lalu dibacakan doa-doa. Barulah setelah itu sesajiditenggelamkan di tengah laut. Beberapa warga pun ada yang nekat terjun ke laut untuk mengambil sesaji tersebut.
” Nelayan mempercayai, jika mengambil sesaji yang tidak ikut hanyut. Saat melaut hasil tangkapannya akan melimpah. Dan larungan ini menandakan akhir dari ritual petik laut Muncar. Para kapal-kapal besar maupun kecil Nelayan pun kembali pulang ke asalnya,” kata Warto ABK salah satu kapal kepada Kabarpas.com. (dik/gus).













