Berduka, Wafat Karena Sepak Bola

Oleh : Prof. Abd Al Haris Al Muhasibiy

(Rektor UIN Malang Periode 2017-2021).

Sungguh terasa tersayat hati nan pedih.
Sekian anak bangsa wafat karena tragedi.
Sebuah permainan sepak bola yang digemari.
Sesungguhnya menjadi media sehatkan jasmani.
Namun kali ini di luar kemauan yang dikehendaki.

Kita bersama-sama berdoa untuk mereka.
Semoga Allah mengampuni khilaf dan salah.
Bahkan bagaimana pun semoga mereka masuk surga.
Menjadi pelajaran bagi anak bangsa semuanya.
Harus anggap sepak bola sebagai permainan belaka.
Menjadi alat untuk hiburan dengan cara olah raga.
Tidak lebih tidak kurang inilah yang harus dijaga.
Persepsi pandangan dunia yang sangat bermakna.

Selain itu harus dibuat benang merah.
Olah raga dengan pendidikan anak bangsa.
Bahkan pendidikan tinggi jangan diam seribu bahasa.
Kampus-kampus ikut memberi masukan berharga.
Tingkatkan prestasi olah raga simbol distingsi daerah.
Namun sebagai kancah persahabatan sesama.
Memupuk keakraban sesama dan bahkan antar bangsa.

Kampus-kampus harus lakukan diskusi.
Mencari sebuah strategi esensi olahraga sejati.
Memupuk rasa kasih dan sayang di negeri NKRI.
Mensupport bahkan memberi motivasi penuh misi.
Semoga apa yang terjadi menjadi pelajaran bernilai tinggi.
Mari kita tahlil dan istighatsah bagi mereka saudara-saudara ini.

Pasuruan, 2 Oktober 2022


_____________________________________________

*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.