Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Peristiwa · 7 Agu 2015 18:07 WIB ·

Berbahaya, Satpol PP Segel Sejumlah Lokasi Galian Pasir di Kabupaten Probolinggo


Berbahaya, Satpol PP Segel Sejumlah Lokasi Galian Pasir di Kabupaten Probolinggo Perbesar

Probolinggo (Kabarpas.com) – Pasca tewasnya seorang penambang  pasir liar pada Rabu (05/08/2015) kemarin. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo langsung menutup puluhan area penambangan pasir ilegal yang ada di Desa Resa Randu, Kecamatan Paiton, kabupaten setempat.

Pantauan Kabarpas.com, sejumlah anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo mendatangi beberapa lokasi penambangan pasir dan galian C untuk kemudian ditutup. Ada beberapa lokasi penambangan pasir dan galian C yang ditutup, diantaranya yaitu di Desa Binor, Pandean, Alastengah dan Randu Merak, Kecamatan Paiton.

Salah satunya, yakni di lokasi penambangan pasir di sungai Pancar Glagas Desa Randu Merak Kecamatan Paiton. Petugas menutup akses jalan dengan menggunakan bambu sepanjang 5 meter. Mereka juga memasang pita garis Satpol PP serta banner penyegelan. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi warga yang melakukan penambangan pasir secara ilegal di lokasi tersebut.

“Ibu bupati Tantriana Sari telah memerintahkan kepada kami, agar menutup semua area penambangan pasir maupun galian C. Penutupan area penambang pasir liar dilakukan agar tidak ada lagi korban jiwa,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Muhamad Abduh Ramin kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi. Jumat, (7/8/2015) siang.

Selain penambangan pasir liar, Satpol PP juga mendatangi area penggilingan batu. Namun, di lokasi tersebut petugas tidak melakukan penyegelan.Pasalnya ijin usaha penggilingan tersebut masih berlaku.

Berdasarkan data yang dimiliki Satpol PP Kabupaten Probolinggo, terdapat 40 usaha penambangan ilegal. Baik penambangan pasir maupun galian C. Semua usaha-usaha tersebut akan ditutup secara bertahap, lantaran berbahaya dan juga merusak lingkungan hidup.

“Aktifitas yang dilakukan mereka ini jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2002, tentang analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Jadi semuanya akan kami tutup, tanpa pandang bulu,” tegas alumni STPDN tersebut kepada Kabarpas.com.

Seperti dikabarkan sebelumnya, seorang penambang pasir yang diketahui bernama Heru warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo tewas. Pria berusia 50 tahun tersebut tewas usai tertimbun tebing galian pasir, di Sungai Resa Randu Merak, Kecamatan Paiton, kabupaten setempat. (sun/uje).

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Hilang di Pantai Peh Pulo, Pemancing Asal Blitar Ditemukan di Pantai Serang

10 Februari 2024 - 13:44 WIB

Angin Kencang Mengamuk di Blitar, Satu Kendaraan Pikap Tertimpa Pohon Tumbang

3 Januari 2024 - 21:00 WIB

Awal November 2023, Polisi di Blitar Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan, Curanmor dan Pelecehan Seksual

10 November 2023 - 08:21 WIB

Pemkab Probolinggo Gelar Pasar Beras Murah, Simak Berikut Lokasi Ini…..

27 September 2023 - 19:44 WIB

Bupati Sampaikan Pendapat Akhir Rapat Paripurna DPRD Asahan

18 Juli 2023 - 01:48 WIB

Terkuak! Ini Identitas Mayat Pria yang Terbungkus Karung Beras di Pasuruan

26 Juni 2023 - 11:39 WIB

Trending di Berita Pasuruan