Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Terkini · 24 Mar 2026

Belajar Persahabatan Sejati dari Rais Aam PBNU


Belajar Persahabatan Sejati dari Rais Aam PBNU Perbesar

Oleh: Shohibul Hujjah, Mahasiswa Doktoral KPI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

KABARPAS.COM – DI tengah dinamika organisasi dan hiruk-pikuk dunia dakwah, sebuah kisah klasik tentang kesetiaan muncul dari balik tembok pesantren. Ia bukan sekadar cerita tentang jabatan, melainkan tentang ukhuwah (persaudaraan) yang melampaui maut. Inilah potret persahabatan sejati antara Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, dengan almarhum KH Madiyani Iskandar.

​Persahabatan kedua ulama ini menjadi oase di tengah lestarinya tradisi intelektual dan spiritualitas Nahdlatul Ulama. Hubungan yang bermula dari talam nasi yang sama di pesantren, kini dipersatukan kembali melalui ikatan pernikahan anak-cucu mereka.

​Perjalanan ini bermula puluhan tahun silam di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Di sana, Kiai Miftach dan Kiai Madiyani muda menempa diri dalam disiplin ilmu alat, fikih, hingga tasawuf. Mereka bukan sekadar teman sekelas, melainkan kawan seiring yang saling menguatkan dalam tirakat menuntut ilmu.

​Haus akan kedalaman spiritual membawa keduanya hijrah ke Lasem, Jawa Tengah—sebuah kota kecil yang dikenal sebagai “Tiongkok Kecil” dengan tradisi pesantren yang sangat kuat. Meski menempuh jalur berbeda; Kiai Madiyani berguru pada Mbah Ma’soem di PP Al-Hidayah, sementara Kiai Miftach di bawah bimbingan Syekh Masduqie di PP Al-Ishlah, jarak fisik tak pernah memudarkan frekuensi batin mereka.

​Setelah masa “boyong” (selesai nyantri), garis takdir membawa keduanya pada pengabdian di Nahdlatul Ulama. Kiai Madiyani Iskandar mendedikasikan hidupnya sebagai Katib Syuriah PCNU Kota Pasuruan dan Ketua RMI hingga akhir hayatnya pada 2002. Sementara Kiai Miftachul Akhyar terus melaju mengemban amanah mulai dari Surabaya, Jawa Timur, hingga kini memegang posisi tertinggi sebagai Rais Aam PBNU.

​Meskipun Kiai Madiyani telah tiada lebih dari dua dekade silam, Kiai Miftach menunjukkan bahwa persahabatan sejati tidak mengenal kata “mantan”. Beliau tetap menjaga silaturahmi dengan keluarga sahabatnya tersebut, membuktikan bahwa jabatan tertinggi di organisasi Islam terbesar di dunia tidak membuat seseorang lupa akan akar sejarah dan kawan lama.

​Puncak dari narasi persahabatan ini menemui takdir indahnya pada November 2024. Seolah ingin mengabadikan persahabatan tersebut dalam garis keturunan, putri kelima KH Miftachul Akhyar, Ning Hj. Maftuchaful Khoiriyah, S.Ag resmi dipersunting oleh putra sulung almarhum KH Madiyani Iskandar, Assoc. Prof. Dr. KH. Moch Syarif Hidayatullah, Lc., CDAI.

​Pernikahan ini bukan sekadar pertemuan dua keluarga, melainkan simbol perpaduan antara kemurnian tradisi pesantren dengan intelektualitas modern. KH Syarif Hidayatullah, sang menantu, kini dikenal sebagai akademisi dan dai internasional yang membawa misi moderasi Islam ke berbagai belahan dunia—melanjutkan estafet perjuangan yang dahulu dirintis oleh ayahandanya dan Kiai Miftach.

​Kisah ini mengajarkan satu hal fundamental bagi generasi masa kini: bahwa keberkahan ilmu sering kali datang dari tulusnya persahabatan dan kuatnya silaturahmi. Di tangan para ulama, organisasi hanyalah wadah, namun persaudaraan adalah inti dari perjuangan.

​Melalui pernikahan ini, sanad ilmu dan sanad kekeluargaan antara Pasuruan dan Surabaya resmi menyatu. Belajar dari Rais Aam PBNU, kita diingatkan bahwa setinggi apa pun derajat yang dicapai, menghargai jejak persahabatan lama adalah cermin dari kemuliaan akhlak seorang santri. (***).

________________________________________

*Tulisan ini saya persembahkan untuk peringatan haul abah saya, KH Madiyani Iskandar yang diperingati setiap tanggal 4 Syawal. Semoga bisa menjadi pengingat untuk kami sekeluarga, dan siapa tahu ada manfaatnya.

Artikel ini telah dibaca 66 kali

Baca Lainnya

Bangun Empati ASN, Pemkab Jember Turunkan 22 Ribu Pegawai Verval Warga Miskin 

19 April 2026 - 13:59

Aklamasi! Ahmadi Wijaya Nahkodai PASI Jember 2026–2029 

19 April 2026 - 13:56

Gus Kikin Siap Dipilih dan Tidak dalam Muktamar ke-35 NU

19 April 2026 - 09:09

MPM Innovation Day 2026 Perkuat Budaya Inovasi melalui Think Beyond The Frame

18 April 2026 - 19:04

Program UKH Honda di Magetan Tuntas, Konsumen Beruntung Bawa Pulang Honda BeAT

18 April 2026 - 18:59

Harlah PMII ke-66: PB IKA PMII Gelar Konsolidasi Kebangsaan dan Halalbihalal di Jakarta

18 April 2026 - 10:14

Trending di KABAR NUSANTARA