Reporter : Edo Wijoyo
Editor : Titin Sukmawati
Malang, Kabarpas.com – Hujan lebat tidak menyurutkan puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Wahid Hasyim UNIRA Malang bersama perwakilan siswa siswi SMA, SMA dan MA se-Kepanjen yang mendatangi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Kepanjen, Malang, Sabtu (10/9/2018).
Puluhan mahasiswa dan siswa mendatangi TMP Kepanjen ini, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional pada 10 November 2018, dengan ziarah doa bersama dan tabur bunga, untuk mengenang jasa para Pahlawan yang telah gugur dalam berjuang memerdekaan Tanah air tercinta ini.
Ketua HMI Komisariat Wahid Hasyim Unira Malang, Fahmi Azis mengatakan, kegiatan ziarah doa bersama dan tabur bunga tersebut adalah untuk memantik rasa nasionalis dan jiwa spiritual para kader HMI khususnya.
“Walaupun Hujan kami tetap laksanakan, ini bukti penghargaan kami kepada parah pahlawan yang telah gugur dalam memerdekaan NKRI,” jelasnya
Fahmi menjelaskan pahlawan dulu tidak kenal lelah untuk berjuang, dengan tetes darah dan air mata tak lain demi bangsa tercinta ini. Sekian banyak pengorbanan demi pengorbanan, dan tidak jarang pula mereka disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
“Harapanya Kita bisa melanjutkan janji janji perjuangan yang tertuang pada kemerdekaan dulu,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama Dandim 0818 yang diwakili Kapten Arh Jumawi menerangkan bahwa, meneruskan perjuangan bukan hanya sebatas menabur bunga di atas makam pahlawan, bukan hanya terkesima melihat jerit tangis rakyat, ataupun berdiam diri duduk di posisi tertinggi dan mengacuhkannya.
“Jangan hanya seremoni Namun perjungan adalah bagaimana dapat dapat terjun aktif di masyarakat berjibaku didalamnya,” tegasnya.
Sedangkan menurut Kapolres Malang yang diwakili Kapolsek Kepanjen, Bindriyo, sebagai mahasiswa jangan hanya sekedar mencari popularitas saja namun tidak mewakili kepentingan rakyat secara seutuhnya.
“Kalian jangan hanya menjadi aktivis pesolek, hanya mementingkan dirinya sediri daripada mementingkan kepentingan bersama,” tandasnya.
Sementara salah satu partisipan yang ikut dalam acara tersebut, Puguh Rian Saputro, mengatakan pahlawan yang sebenarnya adalah dia yang bisa menyisihkan kepentingan pribadi dan lebih mengedepankan kepentingan Bangsa dan Negara.
“Pahlawan yang sebenarnya, Dia yang manaruh Bendera Merah Putih lebih tinggi dari benderanya sendiri,” ujarnya.
Dalam acra tersebut dihadiri oleh, Dandim 0818 Kabupaten Malang, diwakili Kapten Arh Jumawi, Danramil Kepanjen, Kapolres Malang diwakili Kapolsek Kepanjen, Bindriyo. Turut hadir pula, puluhan Siswa-Siswi SMA, SMK, dan MA se-Kepanjen. (Edo/tin).



















