Laporan: Moch Wildanov, wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo.
KABARPAS.COM – SEBAGIAN besar masyarakat menghindar bahkan berusaha kabur saat ada operasi yustisi dan rapid antigen, namun fenomena ini tidak dialami masyarakat di lokasi Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang justru antusias dan rela antri menunggu giliran saat Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo menggelar rapid antigen massal.
Kesadaran masyarakat ini perlu dicontoh sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat penangangan Covid-19 dimasa pandemi ini.
Apa dan siapa sosok yang berperan, sehingga stigma ketakutan menjadi kesadaran masyarakat ini.
Seperti yang diungkapkapkan salah satu warga bernama Maryam, sebelumnya dirinya takut saat mendengar kata Rapid Antigen atau Swab, karena hidung diuker oleh orang berpakaian seperti astronot, belum lagi bila hasilnya reaktif.
“Awalnya takut hidung diuker seperti itu, belum lagi bila hasilnya reaktif, tetapi akhirnya saya berani setelah dapat penjelasan dari pak polisi yang memberi pengertian saat sosalisasi di pasar,” ujar Maryam kepada Kabarpas.com.
Pentingya terus melaksanakan 3M, dan cara pengenalan serta penangangan covid-19 yang selalu diberikan polisi membuat masyarakat sadar dan paham tentang Covid ini.
“Masyarakat akhirnya paham tentang bahaya dan cara penanganan virus ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Kraksaan, Kompol Sujianto mengatakan, sesuai prosedur polisi bersama 3 pilar terus memberi edukasi ke masyarakat tentang Covid-19.
“Sering saya sosialisasikan ke masyarakat bahwa Swab ini tidak sakit, tujuannya untuk mengetahui kondisi tubuh kita apakah ada virusnya atau tidak. Dan bersama 3 pilar kita edukasi, mengenali diri kita sejak dini apakah kita terpapar Covid-19 atau tidak,” ujar Sujianto.
Dan hasil dari Swab tandas Sujianto, tidak selamanya positif, tergantung imunitas dari personalnya masing-masing, jika dinyatakan negatif maka hal itu baik dan aman untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain karena merasa yakin bahwa kondisinya sehat dan bebas berhubungan dengan siapapun tanpa ragu punya virus covid-19.
“Dan bila dinyatakan positif secara dini bisa segera terdeteksi, dan ini penting karena bisa mencegah penularan terutama terhadap keluarga dekat dan orang lain. Untuk itu masyarakat butuh pengertian dan pendekatan tentang Covid-19,” terangnya.
Semua warga yang melakukan rapid test antigen akan mendapatkan surat keterangan sehat yang berfungsi untuk data diri ketika mau masuk kuliah, bepergian atau kepentingan lain yang dibutuhkan tentang hasil swab, dan rapid test antigen tersebut diberikan gratis.
“Surat keterangan rapid ini, penting untuk keperluan sehari-hari seperti untuk urusan kerja dan kuliah,” jelasnya.
Saat pelaksanaan rapid test antigen pada tanggal 6 -1-2021 dikuti 150 warga dan hasilnya 1 orang reaktif, dan yang reaktif dilakukan penanganan lebih lanjut.
“Penanganan Covid-19 secara dini, bisa meminimalisir angka kematian, dan masyarakat diimbau tidak usah takut, terus disiplin 3M, menjaga imun adalah sarana paling efektif melawan korona,” tutupnya. (wil/gus).

















