Antisipasi Melonjaknya Kasus Covid 19, Petugas Sidak Keramaian Pertokoan Jelang Lebaran

Probolinggo, kabapas.com – Menjelang lebaran, sejumlah pertokoan dan kawasan perekonomian di Kota Probolinggo  dipadati pembeli. Akibatnya, kerumunan pun tak dapat dihindari. Untuk mengetahui ketaatan masyarakat dan pemilik toko terhadap protokol kesehatan (prokes). Pemerintah Kota Probolinggo bersama TNI dan Polri melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi.

Pengecekan dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setiorini Sayekti, didampingi Kepala DKUPP Fitriawati, Kepala Dinkes dan P2KB dr NH Hidayati, Kasat Binmas AKP Retno Utami dan perwakilan Kodim 0820 serta Perangkat Daerah terkait.

 Jujugan pertama pengecekan di toko emas di sepanjang Jalan Panglima Sudirman. Kebanyakan toko emas tidak patuh prokes. Misalnya, ada tempat cuci tangan, thermo gun dan hand sanitizer tapi tidak jaga jarak.

 “Jangan berkerumun ya, jaga jarak, protokol kesehatan,” ujar Asisten Rini-sapaannya, kepada pengunjung toko emas paling ramai di kota ini.

Sedangkan di toko lain, tambah Rini,  ada petugas membawa thermo gun tapi justru berdiam di dalam toko, bukan di depan pintu masuk. Temuan lainnya, toko emas hanya meletakan tempat air cuci tangan tapi tidak ada airnya.

“Yang paling parah, dua toko emas tidak menyediakan tempat cuci tangan dan perlengkapan lainnya padahal pengunjungnya begitu ramai. Kok tidak ada tempat cuci tangan, sudah satu tahun kok tidak ada (tempat cuci tangannya). Thermo gun juga tidak ada. Belilah, berapa harganya. Jangan ambil untungnya saja, tolong diperhatikan protokol kesehatan. Masyarakat juga perlu sehat. Ukur suhu tubuhnya, kalau lebih dari 37 derajat silahkan pulang. Ini dibiarkan, harusnya ada petugas disini,” tandas Rini.

Menurutnya, pemkot sudah mengimbau pelaku usaha untuk menyediakan sarana prasarana prokes, membatas jumlah pengunjung hingga jaga jarak. “Pemerintah sudah mengedukasi masyarakat untuk taat prokes. Sekarang masa pemulihan ekonomi, kunci keberhasilan adalah ketaatan terhadap prokes dari pelaku usaha dan masyarakat,” ujar Rini.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan ini menyimpulkan, sebagian besar toko emas tidak taat prokes. Mereka tidak menjaga supaya pengunjung tidak berkerumun, tidak menyediakan sarana prasarana yang memadai. Setelah pengecekan, selanjutnya akan didatangi lagi apakah sudah dilaksanakan atau tidak. Sebab mereka sudah menandatangani kesanggupan memenuhi prokes.

“Kedepan bila mereka masih tidak mentaati protokole kesehatan bisa-bisa tokonya kami tutup, dan  9 pembeli yang bandel kita lakukan swab dan hasilnya negatif,“ tutupnya. (wil/gus).