Angka Pengangguran Tinggi Akibat Pandemi, Ini Cara Jitu Pemkot Pasuruan Mengatasinya

0 0
Read Time:1 Minute, 10 Second

Pasuruan, kabarpas.com – Tren angka pengangguran cenderung tingki akibat pandemi covid-19 yang tak kunjung usai. Kondisi ini dipicu karena banyaknya buruh yang di PHK ditambah dengan masih sedikitnya jumlah lowongan kerja, sehingga mengakibatkan banyak warga usia produktif yang tidak dapat pekerjaan.

“Selama pandemi angka pengangguran terus naik. Bahkan, menjelang akhir tahun 2021, angka pengangguran di Kota Pasuruan sudah mencapai 6,33 persen,” ujar Kepala Disnaker Kota Pasuruan, Mahbub Effendy kepada Kabarpas.com.

Dijelaskan, angka pengangguran di Kota Pasuruan ini tergolong tinggi dibandingkan rata-rata tingkat pengangguran di Jawa Timur yang mencapai 5,17 persen.

“Ya pandemi ini banyak buruh di PHK, belum lagi anak sekolah yang baru lulus juga susah dapat lowongan kerja, ” terangnya.

Untuk mengatasi permasalahan banyaknya kelebihan angkatan kerja dibanding kebutuhan pekerja, Disnaker Kota Pasuruan menggencarkan pelatihan agar masyarakat bisa berwirausaha.

“Kalau di Kota Pasuruan memang tidak banyak perusahaan besar seperti di kabupaten, oleh karenanya kita utamakan buat melatih warga agar punya skill wirausaha,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Disnaker Kota Pasuruan sudah menyediakan 9 macam program pelatihan kewirausahaan yang dilatih oleh instruktur berpengalaman.

“Ada pelatihan potong rambut, rias manten, menjahit, otomotif, servis hp, desain grafis, kerajinan kerang, tataboga, dan sablon, ” tegasnya.

Kendati demikian, ia juga mengungkapkan jika selama pandemi, program pelatihan sempat harus tertunda karena pemberlakukan pembatasan kegiatan karena PPKM.

“Untuk pelatihan harusnya dimulai awal tahun, tapi ditunda sampe agustus kemarin baru dimulai lagi, ” pungkasnya. (emn/ida).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %