Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 8 Jul 2024 11:23 WIB ·

AMSI dan Komunitas Pers Minta Revisi UU Penyiaran Harus Perhatikan Playing Field yang Setara


AMSI dan Komunitas Pers Minta Revisi UU Penyiaran Harus Perhatikan Playing Field yang Setara Perbesar

Jakarta, Kabarpas.com – Revisi UU Penyiaran yang tengah ramai diperbincangkan diusulkan agar turut mengatur aturan main/playing field yang sama antara media dengan platform digital lainnya. Usulan ini diutarakan Chief Content Officer Kapanlagi Youniverse Wenseslaus Manggut dalam seminar Jakarta Digital Conference (JDC) 2024 yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jakarta. JDC 2024 bertema “RUU Penyiaran: Langkah Mundur dalam Ekosistem Penyiaran di Indonesia” ini diselenggarakan AMSI Jakarta dengan dukungan PT PLN, Bank BNI, Bank Mandiri, Harita Nickel, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Angkasa Pura II, dan PT Angkasa Pura I (Angkasapura Airports), Eiger Indonesia, dan Kino.

Menurut Wens, selama ini platform tidak comply dengan berbagai regulasi yang berlaku di Indonesia dan mengikat industri media nasional. “Level of playing field-nya harus sama. Platform harus comply dengan berbagai regulasi yang mengikat media lain. Misalnya regulasi iklan rokok, perlindungan anak, dan regulasi-regulasi lainnya,” katanya.

Wens mengatakan, bila level of playing field tidak sama, maka hanya akan menguntungkan platform dan juga membuat persaingan tidak seimbang. Platform tidak boleh lebih powerfull ketimbang media lain. Jadi, platform wajib comply dengan berbagai regulasi yang ada. “(Regulasi) jangan juga mengatur rumah tangga orang lain. Jadi tak bakal rebut,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Yadi Hendriana mengamini pandangan Wens. Menurut Yadi, jika RUU tersebut dibuat untuk mendukung dan melindungi media penyiaran konvensional yang tergerus oleh media digital atau medsos, semestinya yang diatur adalah platformnya, bukan pengguna atau usernya. “Seperti yang dilakukan oleh kalangan pers yang menginisiasi pembuatan publisher right,” tegasnya.

Ia mengusulkan agar RUU Penyiaran lebih fokus mengatur lembaga pemeringkat konten. Kemudian memperkuat sinergi antara pemerintah, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Dewan Pers untuk menciptakan iklim penyiaran dan jurnalistik yang sehat. “Bukan mengambil alih kewenangan Dewan Pers dan mengatur pers,” tegas Yadi.

Selain itu, lanjut Yadi, RUU tersebut memperkuat lembaga penyiaran publik agar lebih berkualitas, memperkuat peran publik dalam mengontrol isi penyelenggaraan penyiaran. “Dan memperkuat organisasi profesi, termasuk menjadikannya sebagai partner KPI, seperti yang dilakukan oleh Dewan Pers,” kata Yadi.

Staf Khusus Menkominfo, Prof. Widodo yang hadir mewakili Wamenkominfo Nezar Patria mengatakan, ada empat langkah strategis untuk pengembangan media siber yang berkelanjutan yakni mengadopsi teknologi terkini seperti integrasikan Artificial Intelligent (AI) dalam proses bisnis. Kemudian adaptif dan resilien melalui pengembangan talenta digital, melakukan perencanaan berbasis data untuk mendukung proses bisnis dan sekaligus memastikan pengambilan keputusan yang tepat, dan terakhir, menyesuaikan industri dengan perkembangan perilaku konsumen.

“Seperti berkolaborasi dengan konten kreator untuk meningkatkan traffic dan menghasilkan konten yang mendukung pertukaran budaya dan pemahaman secara umum,” ujarnya. (rls/gus).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Pasuruan Ajak Ormas Islam Serukan Bahaya Judi Online

24 Juli 2024 - 18:50 WIB

Gus Ipul Ajak Kepala Sekolah hingga Orang Tua Deklarasi Sekolah Aman 

24 Juli 2024 - 12:41 WIB

MPM Honda Jatim Kenalkan #cari_aman Pada Guru PG TK 

24 Juli 2024 - 11:38 WIB

Diperta Probolinggo Gelar Bimtek Peningkatan Kualitas Bahan Baku Tembakau Melalui GHP

24 Juli 2024 - 08:29 WIB

Peringati HAN, RSUD Waluyo Jati Berikan Penyuluhan dan Pola Asuh Anak

23 Juli 2024 - 21:16 WIB

Dua Komplotan Maling Spesialis Mobil Pikap di Pasuruan Ditangkap

23 Juli 2024 - 20:31 WIB

Trending di Berita Pasuruan