Selasa, 17 Februari 2026 – 07.54 | 683 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Penantian panjang selama 20 tahun terakhir akhirnya terbayar. Tim kebanggaan masyarakat Jember, Persid, memastikan diri meraih juara ketiga Liga 4 zona Jawa Timur usai menaklukkan Persinga Ngawi dengan skor telak 4-1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Minggu (15/2/2026).
Kepulangan skuad Persid disambut hangat Pemerintah Kabupaten Jember. Bupat Fawait menyambut langsung para pemain, pelatih, dan ofisial di Hall Prajamukti, Senin (16/2/2026), sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang dinilai membanggakan bagi daerah.
Pelatih Persid, Agus Yuwono menyampaikan apresiasi atas penyambutan tersebut. Ia menilai capaian tim menjadi syarat penting untuk mendapatkan kehormatan diterima langsung oleh kepala daerah.
“Apresiasi yang sangat besar bagi kami karena diterima langsung oleh Bupati. Masuk ke sini tidak mudah, harus membawa prestasi yang bisa diingat semua orang. Ofisial dan pemain bekerja sama agar sesuai harapan. Terima kasih kepada Bupati yang selama ini terus mensupport,” ujarnya.
Fawait mengaku prestasi Persid menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Jember setelah penantian panjang selama dua dasawarsa.
“Saya mengucapkan terima kasih dan rasa bangga kepada Persid. Ini prestasi setelah 20 tahun. Ke depan saya punya komitmen bagaimana persepakbolaan di Jember harus lebih baik. Sebagai bupati muda, saya paham apa yang diinginkan anak-anak muda Jember,” kata Fawait.
Meski belum meraih gelar juara, performa Persid sepanjang turnamen terbilang impresif. Dari total 14 pertandingan dalam waktu normal, Persid menjadi satu dari hanya dua tim yang tidak terkalahkan. Konsistensi permainan, disiplin, dan kerja keras menjadi kunci keberhasilan hingga melangkah ke putaran nasional.
Fawait menilai posisi juara ketiga sudah merupakan capaian luar biasa dan optimistis Persid mampu menembus level lebih tinggi.
“Juara tiga ini sudah luar biasa setelah 20 tahun. Saya yakin ke depan bisa lebih baik dan mudah-mudahan ikhtiar kita bisa naik ke Liga 3. Dengan segala keterbatasan, anak-anak muda ini mampu mengharumkan nama Jember lewat sepak bola,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan lanjutan bagi para pemain. Selain komitmen pembinaan, Pemkab Jember berencana mendorong profesionalisme klub agar tidak bergantung pada APBD.
“Ke depan tidak bisa hanya mengandalkan APBD Jember. Persid akan didorong menjadi PT agar lebih profesional. Bahkan bagi pemain yang ingin kuliah, akan kami siapkan kuliah gratis. Apa yang harus kami siapkan untuk Persid, terutama menyambut Liga 4 Nasional, silakan disampaikan,” ujar Fawait.
Sementara itu, Ketua Yayasan Persid Jember, Ardi Pujo Prabowo mengungkapkan capaian tersebut diraih melalui kerja kolektif seluruh elemen tim meski waktu persiapan relatif singkat.
“Persiapan kami kurang lebih hanya satu bulan dan masih tahap seleksi. Namun komunikasi yang baik antara yayasan, manajemen, pelatih, dan pemain serta dukungan pemerintah membuat kami bisa mencapai hasil ini,” katanya.
Ardi menyebut evaluasi akan terus dilakukan untuk memperkuat skuad menghadapi Liga 4 Nasional yang dijadwalkan berlangsung sekitar dua bulan mendatang. Saat ini, manajemen tengah menyeleksi sembilan hingga sepuluh pemain tambahan untuk memperdalam komposisi tim.
Ia juga berharap Jember dapat ditunjuk sebagai tuan rumah putaran nasional. Selain memberi keuntungan bermain di kandang sendiri, penunjukan tersebut dinilai berpotensi menggerakkan perekonomian daerah.
“Jika Jember menjadi tuan rumah, UMKM akan bergerak dan perputaran ekonomi meningkat. Ini momentum kebangkitan, bukan hanya bagi sepak bola, tetapi juga masyarakat Jember,” ujarnya.
Keberhasilan Persid menembus Liga 4 Nasional menjadi harapan baru kebangkitan sepak bola Jember sekaligus membuka peluang lahirnya prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional. (dan/ian).



















